Ragam

Kilas Balik: Bos Prima Rasa Sawer Logam Mulia di Acara Lomba Seni Suara Alam Burung Perkutut dalam Kejuaraan Karaton Sumedang Larang Cup V

adminsigiku.com
×

Kilas Balik: Bos Prima Rasa Sawer Logam Mulia di Acara Lomba Seni Suara Alam Burung Perkutut dalam Kejuaraan Karaton Sumedang Larang Cup V

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Vicky Rizki

Koran SINAR PAGI, SUMEDANG – Pada acara lomba seni suara alam burung perkutut yang berlangsung meriah di Sumedang, terjadi sebuah momen yang tak terlupakan. Acara yang diinisiasi oleh Karaton Sumedang bekerja sama dengan Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) ini, berhasil menyedot perhatian berbagai kalangan, termasuk dari dunia usaha.

Bos Prima Rasa, Bapa Dede yang sering disapa Koh Dede, salah satu tokoh pengusaha terkenal di Bandung, memberikan kejutan besar dengan menyawer 3 logam mulia yang mana 1 kepingnya seberat 1 gram kepada para pemenang lomba juara ke-1 diberbagai kelas.

Sebagai informasi bahwa acara tersebut digelar pada hari minggu (02/06/2024),di Lapang Sindang Taman , Kabupaten Sumedang. bertajuk acara Karaton Sumedang Larang Cup V.

Aksi ini disambut dengan antusias oleh para peserta dan penonton yang hadir pada saat itu. Langkah ini bukan hanya menunjukkan dukungan nyata terhadap pelestarian seni suara burung perkutut, tetapi juga menggugah semangat para peserta untuk terus menjaga tradisi ini.

Dalam sambutannya, Bos Prima Rasa menyampaikan bahwa kontribusi tersebut adalah bentuk apresiasi dan dukungannya terhadap pelestarian budaya lokal.

Lomba seni suara alam burung perkutut ini sendiri diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah. Setiap burung yang dilombakan menampilkan suara merdu yang khas, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta burung perkutut. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan bertukar pengalaman bagi para pecinta burung dari berbagai kalangan.

Kolaborasi antara Karaton Sumedang Larang (KSL) dan P3SI dalam menyelenggarakan acara ini patut diapresiasi. Selain sebagai upaya pelestarian budaya, acara ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian burung perkutut sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh dari dunia usaha seperti Bos Prima Rasa, diharapkan kegiatan-kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan di masa mendatang. Ini adalah langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki Sumedang dan Indonesia pada umumnya. ***