OPINI/Artikel

Sulitnya Lapangan Pekerjaan, Banyak Gen Z Menganggur

adminsigiku.com
×

Sulitnya Lapangan Pekerjaan, Banyak Gen Z Menganggur

Sebarkan artikel ini

Penulis : Sinta Rohimah
Ibu Rumah Tangga

Di tengah banyaknya usia produktif saat ini, sayangnya banyak pula dari generasi muda atau gen Z yang tidak punya pekerjaan atau menganggur. Mengutip data dari Badan Pusat Statistik tahun 2023, terdapat 9,9 juta penduduk usia muda (15-24) tidak mempunyai kegiatan alias pengangguran dengan perincian 5,73 juta orang merupakan perempuan muda dan 4,17 juta orang tergolong laki-laki muda.

Persentase penduduk usia 15-24 tahun yang berstatus youth not in education, employment, and training (NEET) di Indonesia mencapai 22,25% dari total penduduk usia 15-24 tahun secara nasional (cnbcIndonesia.com, 27/05/2024)
Fenomena tingginya angka pengangguran yang melanda generasi muda begitu menyedihkan.

Hal ini terjadi di tengah Sumber Daya Alam dan Energi (SDAE) yang melimpah ruah di Indonesia. Padahal potensi yang dimiliki oleh anak muda begitu besar untuk memajukan sebuah bangsa. Namun, harapan itu tertutupi dengan sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

Apalagi ditambah dengan semakin mahalnya biaya pendidikan yang menyebabkan banyak anak muda terlanjur putus sekolah. Kondisi ini juga berkontribusi dalam memperparah jumlah pengangguran.

Langkanya lapangan pekerjaan menunjukan kurangnya peran negara dalam mengurusi sistem ekonomi masyarakatnya. Inilah yang terjadi ketika yang diterapkan sistem ekonomi kapitalisme yang dimana negara terus membuka kran bagi asing dan swasta untuk mengelola sumber daya alam dan energi.

Syarat kerja dipersulit dengan adanya batasan usia, tingkat pendidikan minimal, dan harus memiliki pengalaman kerja. Dengan begitu, tentu masyarakat semakin dibatasi dan tidak bebas untuk mencari pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, sehingga akan semakin sulit memenuhi biaya hidup yang tidak murah di sistem hari ini.

Dalam sistem Islam, negara bertanggung jawab sebagai pihak yang menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya. Dengan demikian,negara akan membuka seluas-luasnya lapangan pekerjaan. SDAE yang ada akan dijadikan sarana untuk menjamin masyarakatnya bisa mendapatkan hidup yang layak dan tidak akan kesulitan mencari pekerjaan.

Negara juga akan mengelola sendiri SDAE yang ada dan mengerahkan kemampuan masyarakatnya sehingga masyarakat bisa hidup mudah dan sejahtera.

Disaat yang sama, negara juga berperan dalam memberikan pendidikan dan keahlian pada generasi mudanya sehingga mereka mampu mengarungi medan kehidupan dan menjadi generasi unggul yang berkontribusi dalam kemajuan bangsa dan negara.