OPINI/Artikel

Remaja Dalam Jeratan Sekuralisme

adminsigiku.com
×

Remaja Dalam Jeratan Sekuralisme

Sebarkan artikel ini

 

Oleh: Emy ( Ibu Rumah Tangga).

Warga Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, kabupaten Bandung mengeluhkan kenakalan remaja dan maraknya minuman keras. Keluhan tersebut disampaikan warga saat Jumat Curhati pada Jumat, 13 September 2924. Ada yang mengeluhkan terkait kenakalan remaja, yang suka nongkrong sampai larut malam, “ujar Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo. Remaja sering nongkrong berpotensi terlibat dalam kegiatan kriminal, baik itu perkelahian sampai minuman keras. Kami akan tingkatkan patroli untuk mengatasi masalah tersebut.” Katanya.

Disamping itu, warga juga mengeluhkan peredaran minuman keras yang juga menyasar para remaja, diwilayah Banjaran. Kusworo mengakui, jika masalah tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya juga pihak lain yang terkait dengan minuman keras. Pengendalian minuman keras, pada dasarnya merupakan kewenangan satpol PP, namun jika sudah dianggap meresahkan, pihaknya akan lebih giat dalam melakukan razia. Masalah ini harus diselesaikan bersama, bukan hanya kepolisian tapi juga pihak desa, Tokoh agama juga masyarakat.” tutupnya.

Usia remaja adalah masa yang dipenuhi semangat yang tinggi, terkadang usia remaja dikatakan masih labil karena mudah terbawa arus. Terlebih pada masa sekarang ini, dengan pergaulan yang jauh dari pantauan orang tua, remaja akan mudah terjerumus pada hal-hal yang negatif atau disebut juga dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja didefinisikan, sesuatu yang melanggar norma, menyimpang dari hukum masyarakat, sosial dan juga agama. Apalagi yang lebih miris adalah, remaja yang masih sekolah sudah mengenal minuman keras atau miras. Meminum minuman keras, akan mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang menjurus perbuatan negatif, disamping merugikan dirinya sendiri, juga dapat menggangu keamanan dan kenyamanan masyarakat disekitarnya, seperti yang terjadi di Desa Neglasari kecamatan Banjaran.

Problematika yang sedang dihadapi oleh para remaja adalah, karena buah dari sistem sekular, yang memisahkan agama dari kehidupan, yang diadopsi oleh negara yang mayoritas muslim ini. Sistem sekuler hanya mengandalkan pikiran manusia sebagai aturan hidup, padahal aturan sang Khaliqlah yang harus kita patuhi atau jalankan dalam kehidupan didunia ini. Dalam pandangan Islam, sebab dari kenakalan remaja karena kurangnya iman dan ilmu dalam diri dan jiwa para remaja sendiri, sehingga mereka cepat terjerumus dalam hal kemaksiatan.

Dalam hal ini, selain orang tua yang wajib memberikan bimbingan dan memberikan arahan kepada anak-anaknya, juga peran negara sangat penting dalam membentuk generasi yang berkepribadian yang kuat dan berbasis nilai-nilai Islam. Karena nasib Negara dimasa yang akan datang, ada dipundak para remaja, karena remaja adalah sebagai generasi penerus suatu bangsa. Oleh karena itu, para remaja dituntut untuk memiliki kepribadian dan berakhlak mulia. Seperti halnya dalam Islam, Negara akan membuat sistem yang berasaskan akidah Islam, sehingga ilmu- ilmu Islam akan dipelajari secara menyeluruh. Sehingga lahirlah generasi yang berkualitas dan berkarakter.

Oleh sebab itu, sudah saatnya negeri ini meninggalkan sistem kapitalis sekuler, dengan segala idenya mengadopsi dari barat, sehingga merusak akidah dan pemikiran para remaja. Bersegeralah beralih kepada penerapan Islam secara kaffah, yang mampu menciptakan keamanan dan kesejahteraan ditengah- tengah umat. Kembalilah kepada ajaran agama Islam, yang selalu membawa umatnya kejalan kebenaran, dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena Islam akan menciptakan generasi yang taat terhadap perintah Allah Swt. Karena diakhirat kelak akan diminta pertanggung jawaban atas segala perbuatannya. Seperti diterangkan dalam sebuah hadis berikut ini: Tidak akan bergeser kaki manusia dihari kiamat dari sisi Rabbnya, sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya “untuk apa ia gunakan, tentang masa mudanya untuk apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, dan tentang ilmunya bagaimana ia amalkan” (HR.At-Tirmidzi).

Wallahu alam Bisshowab