Oleh : Heni Ruslaeni
Pada tanggal 23 Oktober 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengadakan seminar. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan karakteristik kepemimpinan generasi muda. Bupati Bandung, Dikky Achmad Sidik, menyampaikan bahwa bentuk edukasi bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan di masa depan sebagai calon pemimpin di masa mendatang. Kepala Badan Kesbangpol, Bambang Sukmawijaya, juga menekankan pentingnya kegiatan ini untuk memperluas wawasan kebangsaan dan pendidikan politik bagi generasi muda. Melalui berbagai programnya berfokus pada pengembangan kapasitas pemuda dan penguatan akses informasi. Upaya ini mencerminkan visi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 dengan generasi muda yang terdidik dan terinformasi.
Kondisi saat ini, terutama dalam hal peluang kerja dan pemberdayaan generasi muda, banyak janji politik yang disampaikan, realitasnya lapangan kerja masih terbatas dan sering sekali di akses berdasarkan koneksi atau biaya. Seharusnya tidak hanya dilatih sebagai tenaga kerja, tetapi juga disiapkan sebagai pemimpin masa depan. Mereka dianggap berpotensi besar membawa perubahan yang positif. Terutama dalam sistem sekuler disebutkan hanya memandang generasi muda sebagai aset ekonomi yang manfaatnya lebih banyak untuk para elit dan oligarki, sehingga aspek karakter dan moralitas sering kali terabaikan. Akibatnya, meskipun banyak peluang yang ditawarkan, masalah moral dan karakter di kalangan Gen Z masih menjadi tangtangan serius.
Islam satu-satunya ideologi yang dapat membentuk generasi yang lengkap tidak hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai kreator yang memiliki prinsip, moral, dan kemampuan untuk memimpin serta membawa umat menuju perubahan yang lebih baik dan memiliki prinsip-prinsip yang sejalan dengan karakteristik seperti keadilan, keterbukaan, tanggung jawab sosial, dan perlindungan lingkungan dengan menawarkan solusi yang tidak hanya duniawi, tetapi juga bermuatan moral dan spiritual yang memiliki landasan yang kuat untuk politik yang lebih bersih, etis, dan peduli terhadap kemanusiaan, yang dapat diterapkan sesuai dengan tuntunan Islam. Dengan memahami politik Islam, umat akan tergerak untuk memperjuangkan penerapan syariat Islam dan menyebarkan ke seluruh dunia.
Waalahu’ allam bishshawab











