OPINI/Artikel

Kerapuhan Mental Gen Z, Bukti Rusaknya Sistem Kapitalisme

adminsigiku.com
×

Kerapuhan Mental Gen Z, Bukti Rusaknya Sistem Kapitalisme

Sebarkan artikel ini

Oleh: Sumiati

Beberapa waktu lalu tepatnya Selasa (22/10/2024) , terjadi peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh seorang remaja. Kejadian tersebut terjadi di area parkir Metropolitan Mall, Bekasi.  Dilansir dari kompas.id(23/10/2024). Dari Januari sampai September 2024 saja terjadi hampir 1000 kasus bunuh diri. Data tersebut berasal dari Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Kepolisian RI. Yang lebih miris lagi kasus ini terjadi pada kalangan remaja.

Banyaknya remaja yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri terjadi, ini mengindikasikan bahwa Indonesia sedang darurat kesehatan mental. Tekanan hidup yang begitu pelik membuat seseorang mengambil jalan pintas yaitu kematian. Seolah dengan kematian semua persoalan akan terselesaikan. Faktor yang melatarbelakangi banyaknya remaja yang bunuh diri adalah karena depresi dengan persoalan yang dirasa tidak kunjung selesai.

Banyaknya kasus bunuh diri ini menggambarkan kalau negeri ini tidak baik-baik saja. Ini juga membuktikan kalau generasi muda saat ini lemah dan mudah menyerah. Faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap kasus ini adalah akibat diterapkannya sistem kapitalisme yang gagal mewujudkan generasi yang tangguh dan kuat.

Generasi yang memiliki mental rapuh kebanyakan mereka lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang tidak utuh, atau pola asuh motherless atau fatherless. Orang tua yang kurang perhatian atau ketidakdekatan anak dengan orang tuanya. Atau orang tuanya bekerja sehingga tidak ada waktu bagi anaknya. Sehingga anak merasa tidak ada orang yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk mengutarakan isi hatinya dan memberi solusi terhadap permasalahannya sehingga membuat mental anak lemah. Orang tua dalam sistem kapitalisme sekuler saat ini tidak memberikan pemahaman agama yang benar. Padahal agama merupakan pondasi dalam mengarungi kehidupan.

Di sekolah anak tidak diberikan pendidikan yang berbasis agama yang ada adalah pendidikan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Agama tidak dijadikan sebagai pendidikan pokok. Bahkan pendidikan agama sangat minim, itu pun hanya sebatas ibadah ritual saja, sehingga sangat wajar  kalau mental anak muda saat ini lemah karena ketakwaan individunya tidak dibentuk. Selain sekolah, masyarakat pun punya pengaruh besar terhadap kondisi mental anak-anak. Masyarakat dalam sistem kapitalisme dengan cara pandang barat dimana kebahagiaan itu dengan memperoleh materi sebanyak-banyaknya. Untuk bisa mendapatkan keinginannya tidak peduli akan merugikan orang lain, sehingga bagi yang lemah mentalnya akan berujung putus asa akhirnya bunuh diri.

Kemudian negara dalam sistem kapitalisme tidak menjamin jiwa warga negaranya. Negara abai terhadap kesehatan, keamanan dengan membiarkan apa yang bisa menyebabkan lemahnya. Berbeda halnya dengan sistem Islam, kehidupan masyarakat Islam ditandai dengan ketundukan kepada syariat. Islam mengajarkan bahwa tujuan hidup di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sehingga dia tidak akan putus asa dan bunuh diri ketika menghadapi persoalan sekalipun persoalan tersebut dirasa sulit untuk dihadapi. Wallahu’alam bishshawab