OPINI/Artikel

Peringatan Hari Anak Sedunia, Harapan ataukah Impian?

adminsigiku.com
×

Peringatan Hari Anak Sedunia, Harapan ataukah Impian?

Sebarkan artikel ini

Oleh: Sumiati

Dilansir dari detikJatim (Rabu, 13/11/2024),  Pada tanggal 20 November 2024 dunia merayakan Hari Anak Sedunia (World Children’s Day). Ini merupakan momen penting untuk merayakan hak-hak anak di seluruh dunia. UNICEF (United Nations Internasional Children’s Emergency Fund) sebagai organisasi yang menginisiasi peringatan Hari Anak Sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang kesejahteraan anak, serta mendorong tindakan global untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak.

Sejarah peringatan Hari Anak Sedunia pertama kali ditetapkan pada tahun 1954 sebagai Hari Anak Universal. Kemudian peringatan ini dirayakan setiap tanggal 20 November setiap tahun untuk mengingatkan masyarakat tentang hak-hak anak dan kesejahteraan mereka.

Namun sangat di sayangkan, disaat dunia merayakan Hari Anak Sedunia, tapi masih terdapat anak-anak di berbagai negara justru mengalami kenestapaan seperti di Palestina. Hak-hak mereka telah dirampas dengan adanya genosida oleh zionis Israel. PBB sebagai organisasi terbesar dunia tidak mampu berbuat apa-apa, hanya sebatas mengutuk atas perbuatan Zionis tersebut. Penduduk Palestina dari 43.972 dipastikan tewas, diantaranya anak-anak. Begitupun konflik Lebanon dengan Zionis juga mengakibatkan lebih dari 200 anak tewas.

Momen penting dalam merayakan hak-hak anak sungguh jauh dari kenyataan. Pada kenyataannya mereka kesejahteraan mereka masih terancam. Bahkan anak-anak justru selalu menjadi korban. Mereka mengalami kekurangan gizi, kelaparan hingga berujung pada kematian sebagaimana yang terjadi di Afghanistan.

Semua ini akibat dari penerapan sistem kapitalisme global. Selama sistem ini diterapkan kenyamanan hidup dan perlindungan terhadap anak-anak tidak akan pernah didapatkan, semua hanya demi ambisi para kapitalis. Hak-hak mereka seperti pendidikan, kesehatan, keamanan telah terampas. Sistem kapitalisme hanya peduli dengan kepentingan pribadi.

Masyarakat muslim dunia pun tidak mampu menolong saudaranya yang ada di Palestina dan di belahan bumi lainnya, ini pun akibat diterapkannya ideologi kapitalisme. Karena sekat-sekat nasionalisme yang lahir dari ideologi ini membuat para pemimpin muslim seakan tidak berdaya untuk melawan kedigdayaan Amerika sebagai negara adidaya sekaligus pengemban ideologi ini.

Tidak ada sistem yang mampu menolong dan mengembalikan hak-hak anak selain sistem Islam. Terbukti selama 1300 tahun lebih sistem Islam mampu memenuhi dan menjaga hak anak-anak.

Dalam Islam anak-anak adalah aset berharga negara dalam membangun peradaban yang gemilang. Karena itu anak-anak dijaga dengan perhatian penuh mulai dari sandang, pangan papan dan kebutuhan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Dalam memenuhi sandang, pangan, dan papan negara akan memfasilitasi pekerjaan kepada setiap kepala keluarga. Begitupun dengan pendidikan, negara akan memberikan pendidikan yang berbasis akidah Islam yang akan melahirkan individu-individu yang bertakwa. Khalifah sebagai kepala negara bertanggungjawab atas perlindungan kaum muslim di seluruh negeri Islam. Khalifah juga akan menjaga persatuan umat sehingga tidak akan terpecah belah seperti saat ini.

Jadi, kalau di dalam Islam ada Hari Anak Sedunia, tidak akan hanya sekedar harapan dalam mewujudkan hak-hak dan kesejahteraan anak-anak tetapi akan benar-benar terwujud. Wallahu’alam bishshawab