Liputan Khusus

CAMAT GUNUNG PUTRI DAN KADES CIKEAS UDIK TERKESAN ALERGI WARTAWAN

adminsigiku.com
×

CAMAT GUNUNG PUTRI DAN KADES CIKEAS UDIK TERKESAN ALERGI WARTAWAN

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Frans Ganyang

Koran SINAR PAGI, Kab. Bogor,,- Akhir – akhir ini, sejak pergantian pucuk pimpinan pemerintahan di wilayah Kecamatan Gunungputri menggantikan pejabat sebelumnya kini Camat Gunungputri terkesan alergi dan menghindar dari jangkauan pewarta.

Bermula pada saat kami www.sigiku.com mensikapi adanya dugaan terkait rutinitas aktif galian tanah merah yang terletak di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, kala itu kami meminta statemen dari salah satu anggota Satpol PP Gecamatan Gunungputri, berdasarkan keterangan dari narasumber kami yang minta jati dirinya dirahasiakan.

Terkait “beroprasinya galian tanah merah, terindikasi tidak mengantongi izin, ‘kata Narsum kami. Hal ini dikarnakan sebelumnya pihak Satpol PP Kecamatan sudah memberikan teguran via surat tertulis dan mereka tidak mengindahkan tutur, Narsum lagi,

Ada apa? mengapa keterangan Camat seakan bertentangan dari apa yang disampaikan oknum Satpol PP.

Untuk diketahui, Sejak awal beroprasinya galian tanah merah di Desa Cikeas media sangat intens memantau dilapangan, kerenanya pada saat mulai beroprasi berbarengan dengan pekerjaan jalan ruas Bojongnangka-Cikeas yang kebetulan pada saat itu dalam tahap pengecoran.  Mobilitas pengangkutan mereka aksesnya melintasi badan jalan tersebu.

Secara historis kami tau persis perjuangan masyarakat untuk mendapatkan proyek perbaikan jalan yang sempat tertunda beberapa tahun sebelumnya, jadi hal itu tidak mudah demi kemaslahatan orang banyak. Jangan sampai hanya demi kepentingan oknum tertentu dapat merusak program pemerintah daerah yang telah menggelontorkan anggaran miliaran rupiah.

Akan tetapi, setelah pemberitaan kami publis sebelumnya muncul berita sebagai berita pembanding yang terkesan mendiskreditkan keberadaan Koran SINAR PAGI dan dalam pemberitaan menyatakan bahwa giat dimaksud dinyatakan sah dan legal. Bukankah seharusnya Kepala Desa Cikeas Udik dan Camat Gunungputri berani secara gentle memberikan klarifikasi dan tanggapan sedari awal agar menghindari berita miring.

Menurut beberapa rekanan media yang lain, sejak kepemimpinan Camat yang baru, terkesan sulit dan menghindar, mereka hanya memprioritaskan oknum wartawan tertentu yang mungkin memiliki kedekatan khusus saja dengan mereka. Hal serupa juga kami rasakan,  untuk ketemu Camat saja susahnya bukan maen, belum lagi ditambah dengan kelakuan yang tidak senonoh dari scurity yang memang sudah didoktrin untuk selalu berbohong, meskipun Camat ada diruanganya, dengan berbagai macam dalil sudah didesain sedemikian rupa demi minghindari wartawan.

Belilum lagi sikap yang tidak mencerminkan transfaransi terkait pengelolaan anggaran publikasi kinerja ditubuh pemerintahan Kecamatan Gunung putri yang selama ini hanya dinikmati oleh oknum tertentu saja, ini terjadi selama bertahun – tahun dan nyaris tanpa koreksi dari berbagai pihak. Hingga berita ini kami publis, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari para pihak yang berkompeten.

Tegasnya