Oleh: Yuni Irawati (Ibu Rumahtangga)
Ratusan warga Jenin di Tepi Barat, Palestina, terpaksa meninggalkan rumah mereka pada Kamis (23/1/2025) setelah pesan peringatan dari drone dengan pengeras suara menyuruh mereka untuk mengungsi.
Hal ini terjadi di tengah operasi militer besar yang memasuki hari ketiga di kota tersebut. Operasi itu mencakup penghancuran sejumlah rumah di kamp pengungsi Jenin.
Operasi ini dilakukan dengan dukungan kendaraan militer dalam jumlah besar, helikopter, dan drone. Operasi tersebut dimulai seminggu setelah gencatan senjata di Gaza, yang menjadi momen pertama pertukaran tawanan Israel dengan tahanan Palestina sejak gencatan singkat pada November 2023.
Pejabat Israel mengatakan bahwa operasi ini ditujukan untuk mengatasi kelompok militan yang didukung Iran di kamp pengungsi Jenin, yang selama bertahun-tahun menjadi pusat aktivitas kelompok bersenjata Palestina.
Rekaman yang dirilis oleh militer Israel menunjukkan pasukan mereka meledakkan apa yang tampak sebagai bahan peledak yang ditanam di jalan.
Pada Rabu malam, pasukan Israel menewaskan dua pria bersenjata yang bersembunyi di sebuah bangunan di Burqin, dekat Jenin, setelah baku tembak. Keduanya dicurigai terlibat dalam serangan awal bulan ini di dekat desa Palestina al-Funduq, yang menewaskan tiga warga Israel.
Kelompok bersenjata Hamas mengklaim kedua pria tersebut sebagai anggota sayap militernya, yang memiliki kehadiran kuat di kamp pengungsi Jenin, tempat yang dihuni oleh keturunan warga Palestina yang melarikan diri atau diusir dari rumah mereka selama perang Timur Tengah 1948.
Adapun sejak dimulainya operasi, 12 warga Palestina dilaporkan tewas dan 40 lainnya terluka, menurut pejabat kesehatan Palestina.
Perang Palestina-Zionis yang terjadi di Gaza dan sekitarnya bukan sekedar kejahatan manusia, bukan pula sekedar serangan balasan Zionis akibat serangan Hamas, sejatinya serangan Zionis di Palestina adalah agenda perang Ideologi Penjajahan terstruktur, sistematis, dan masif yang dilakukan oleh Zionis.
Zionis tidak bisa berdiri sendiri jika tidak ada dukungan negara adidaya, Zionis adalah anak emas yang diasuh oleh negara pengemban ideologi kapitalisme yaitu Amerika Serikat. Zionis ini sengaja ditanam di Wilayah Timur Tengah sebagai sumber masalah, upaya ini dilakukan demi menjadikan Amerika Serikat menguasai wilayah Timur Tengah, dapat dikatakan bahwa penjajah di Gaza sebenarnya adalah Amerika Serikat karena bagi negara Imperium kapitalisme penjajahan adalah perkara yang mutlak.
Pasalnya , mengakibatkan terbunuhnya jutaan jiwa bukti bahwa sistem Kapitalisme yang diterapkan hampir di seluruh dunia adalah sistem yang jahat bahkan sistem Kapitalisme membuat para pemimpin negeri-negeri Kaum muslimin tidak mau peduli dengan dengan saudara seakidahnya, lebih dari itu mereka menjadi “iron dom” sejati bagi penjajah Zionis.
Para pemimpin negeri-negeri muslimin terlibat dalam pembunuhan saudara mereka sendiri karena diamnya mereka dalam kondisi seperti ini. Inilah gambaran bertapa dahsyatnya sistem Kapitalisme yang merusak persatuan negeri-negeri muslim. Jadi genosida yang terjadi di Gaza adalah perang ideologi Islam melawan ideologi kapitalisme. Sayangnya ideologi Islam baru diemban oleh individu saja, belum ada negara yang mengembannya.
Allah SWT telah menjadikan Palestina sebuah negeri yang diberkahi. Dia menghubungkan hati kaum Muslim dengan Baitul Maqdis dengan menjadikannya sebagai kiblat shalat yang pertama.
Karena itu cara saru-satunya bagi umat untuk memandang Palestina adalah melalui perspektif Islam. Kita harus bekerja bersama umat untuk menyangkal seruan para penguasa Arab dan Muslim yang berusaha untuk memberikan bingkai kembali atas isu itu sebagai sebuah isu Arab, kemudian sebagai sebuah isu Palestina, dan sekarang hanya sebagai isu Gaza! Nasionalisme merupakan sebuah ide jahat yang merupakan sumber kehancuran di dalam Umat. Nabi Muhammad saw. mengatakan, “Tinggalkanlah itu (‘ashabiyyah) karena ia adalah sesuatu yang busuk.” (HR al-Bukhari).
Kekuatan kolonial jahat seperti Inggris dan Perancis sangat bergantung pada nasionalisme untuk menghancurkan Khilafah. Pertama kali mereka menghasut orang-orang Yunani, Serbia dan orang-orang Kristen lainnya yang hidup di bawah Khilafah untuk memberontak melawan Khilafah Utsmaniyah. Mereka lalu menggunakan alat yang sama untuk mendorong perselisihan antara orang Arab dan orang Turki. Ini merupakan satu dari alat-alat utama untuk menghancurkan Khilafah, yang membuka jalan bagi pendirian Israel.
Pasukan dari penjuru manapun di Dunia Islam mampu menghentikan pembantaian Palestina. Pasukan dunia Arab harus bertindak, bersatu dan memenuhi tanggung jawab mereka di hadapan Allah dalam melindungi nyawa Muslim di Palestina.
Ini bukan saatnya lagi untuk pertemuan, rapat dan gencatan senjata. Allah telah menentukan jihad sebagai solusi terhadap tindakan pengecut seperti sekarang. Hanya dengan pembentukan Khilafah, pasukan Muslim akan bebas berderap kembali dan berjihad di Palestina. Kalimatullah akan kembali menjadi tinggi. Hanya dengan Khilafah Rasyidah, umat secara efektif mampu melawan pendudukan yang diprakarsai oleh kekuatan kolonial dan dilaksanakan oleh Zionis. Dengan Khilafah, kaum Muslim, Yahudi, Kristen dan yang lainnya dapat hidup kembali dalam kedamaian, keadilan, dan sentosa; seperti yang telah terwujud sebelum Barat menginvasi dan menanamkan entitas asing di tanah kita.











