Sinar Matahari Pagi

0
319

Cahayanya Cenderung Kuning Jingga

Sinarnya menghangatkan Dunia

Sentuhan cahayanya menghangatkan tubuh

Kehadirannya dirindukan mahluk di Bumi

 

Namun bagi pemalas tetap tertidur pulas

Tidak memilih untuk menikmati cahaya itu

Seolah-olah alam tidur lebih indah

Padahal Bumi mulai terlihat cerah

 

Di saat Matahari pagi mencerahkan Bumi

Disambut suara riang burung berterbangan

Matahari pagi merubah gelap menjadi terang

Matahari merubah dingin menjadi kehangatan

 

Namun semuanya tidak terasa indah

Jika awal hari itu tidak disyukuri

Namun semua itu tidak dianggap istimewa

Karena manusia tak meyakini itu bagian dari anugrah Tuhannya

 

Penulis: Dwi Arifin

(Jurnalis Independen Bersatu Memperingati Hari Puisi Sedunia di 21 Maret 2025)

30 Menit Jum’at Bersama Ulama, “Drs.H. Saepul Bahri M.Si Ungkapkan Berkah Kajian Subuh”