Pewarta : Steven Gervan
Koran Sinar Pagi, Rangkasbitung – Karaton Sumedang Larang (KSL) turut memeriahkan Milangkala ke-5 Paguyuban Sumedang Larang (PSL) Banten yang digelar di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Jumat (2/5). Kehadiran Karaton Sumedang Larang dipimpin langsung oleh Sri Radya H.R.I Lukman Soemadisoeria bersama para Panata KSL.
Dalam kesempatan yang sama, Sri Radya juga menghadiri tradisi adat Seba Baduy, yang menjadi simbol komunikasi dan penghormatan masyarakat Baduy kepada pemerintah.
Ketua PSL Banten, Dudung Permana, menjelaskan bahwa PSL Banten merupakan organisasi sosial yang beranggotakan warga asal maupun keturunan Sumedang yang bermukim di Provinsi Banten.
Organisasi ini fokus pada kegiatan sosial dan menjalin silaturahmi antaranggota, sekaligus memperkuat eksistensi mereka di berbagai bidang seperti politik, pemerintahan, akademisi, ekonomi, bisnis, dan sosial budaya.
“Saat ini, anggota PSL telah berkiprah di seluruh lini kehidupan di Banten. Tujuan utama kami adalah menjaga jati diri sebagai urang Sumedang sekaligus memberi manfaat di tempat kami berpijak,” ujar Dudung.
Dalam sambutannya, Sri Radya Karaton Sumedang Larang, H.R.I. Lukman Soemadisoeria, menyampaikan pesan kepada seluruh anggota PSL Banten agar mampu menjaga sikap dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat Banten.
“Kudu bisa mawa diri,” pesan Sri Radya singkat namun penuh makna.
Tak hanya itu, Sri Radya juga menitipkan secara simbolik warga Banten yang berasal atau keturunan Sumedang kepada para pemimpin dan masyarakat setempat.
“Titip saderek, anak jeung incu ka sadayana urang Banten,” ujarnya dengan penuh harap.
Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hubungan budaya, Sri Radya menyerahkan penghargaan serta plakat Karaton Sumedang Larang kepada Ketua PSL Banten, Dudung Permana. Plakat tersebut berupa miniatur Mahkota Binokasih Sanghyang Pake—mahkota Kerajaan Padjadjaran yang kini menjadi pusaka Karaton Sumedang Larang dan disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang.
Dalam momen istimewa tersebut, Sri Radya juga resmi menobatkan Dudung Permana sebagai Senopati Agung Karaton Sumedang Larang, menandakan pengukuhan peran dan tanggung jawab budaya yang lebih luas.
Sementara itu, Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, menyampaikan apresiasi atas semangat kekeluargaan dan kontribusi warga keturunan Sumedang di Banten.
“Guyubnya warga Sumedang di Banten sangat berarti dalam memperkuat pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Mari hidup rukun dan sauyunan membangun bersama. Saling tolong menolong dalam kebaikan,” pungkasnya.
