Pewarta : Fitri
Kabupaten Garut – Pemerintah Kabupaten Garut bersama BRI Research Institute dan Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Unit Inkubasi, Hilirisasi, dan Komersialisasi FTIP resmi meluncurkan dan menguji coba platform Perempuan Cerdas Digitaldalam acara Focus Group Discussion (FGD) dan User Testing yang digelar di Mal Pelayanan Publik, Selasa (21/6/2025).
Program ini merupakan bagian dari kerja sama strategis sejak akhir 2023 yang didukung oleh Kedutaan Besar Inggris Jakarta melalui Digital Access Programme. Tujuannya adalah mempercepat literasi digital dan pemberdayaan pelaku usaha perempuan dan pemuda ultra mikro serta mikro, khususnya di Kabupaten Garut.
Kepala Unit Inkubasi Unpad, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran, Dr. In-In Hanidah, menjelaskan bahwa program ini telah membentuk dua Pojok Digital untuk mendampingi UMKM secara personal dan berbasis kebutuhan pasar.
“Alhamdulillah dengan pendampingan kami di 2 tahun berturut turut ini sudah dapat meningkatkan omset dari pelaku usaha,” ujar In-In.
Platform Perempuan Cerdas Digital yang dapat diakses melalui perempuancerdasdigital.id menyajikan berbagai materi pembelajaran mandiri, mulai dari literasi keuangan, digital, hingga penguatan kapasitas perempuan dalam peran ganda mereka sebagai pelaku usaha dan pengelola rumah tangga.
Project Manager BRI Research Institute, Nilam Nirmala, menambahkan bahwa platform ini adalah kelanjutan dari pendampingan lapangan selama 18 bulan. “Ini bukan hanya soal edukasi, tapi membangun ekosistem kerja yang saling mendukung antarperempuan pelaku usaha,” ujarnya.
Program ini juga disambut antusias Pemerintah Kabupaten Garut. Asisten Administrasi Umum sekaligus Plt. Kepala DPMPTSP, Budi Gan Gan, menegaskan bahwa Pemkab akan mendorong SKPD untuk berperan aktif dalam memperluas dampak program ini. “Ini bagian dari strategi lintas sektor untuk menjangkau lebih banyak pelaku UMKM,” ungkapnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut, Ridzky Ridznurdhin, memandang platform ini sebagai lompatan besar dengan LMS (Learning Management System).
“ FGD ini coba kita melihat dari 2 dimensi besar pertama dari literasi keuangan yang kedua literasi digital yang dibungkus dalam satu tools, Yang namanya LMS. Nah ini barangkali lompatan yang cukup bagus supaya bisa lebih masif menjangkau para pengusaha UKM yang ada di daerah-daerah” ungkapnya.
Senada, Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, menegaskan pentingnya platform ini dalam mendorong UMKM perempuan agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
“Salah satunya market disini tidak hanya lokal, regional, nasional, bahkan internasional. Harapannya UMKM di Kabupaten Garut bisa semakin banyak yang menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Program ini menjadi contoh nyata sinergi pentahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dalam memberdayakan ekonomi perempuan melalui teknologi digital. Harapannya, UMKM perempuan Garut dapat menjadi pionir transformasi digital di daerah.













