Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC Kecamatan Katapang menyelenggarakan “Ngawayuh” ngaji wayah subuh, setiap hari sabtu di Masjid Besar Katapang. Kajian subuh membahas isi kitab Adabu Ta’lim Wal Muta’alim, karya Hadrotusyekh KH. Hasyim Asyari. Ustadz Sholeh Wakil Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Katapang hadir sebagai penerjemahnya.
Setelah pengajian tersebut, Ustadz Ruri Alfalahuddin menyampaikan bahwa pengajian “Ngawayuh” merupakan program unggulan dari MWC NU Katapang yang dikenal oleh MWC NU wilayah lain atau PC NU Kabupaten Bandung.
“Istiqomahnya pengajian Subuh selama ini telah mengharumkan nama MWC NU Katapang” ucapnya kepada jama’ah pengajian yang hadir (27/9/2025)
Sebelumnya pada tanggal 17 September 2025 Bada isya di Masjid Nur Hidayah Wates Banyusari Katapang saat pembentukan lembaga yang ada dibawah NU. Seperti Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU), Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) dan lembaga lainnya.
Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC Kecamatan Katapang, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani mengingatkan pentingnya setiap perjuangan didasari dengan QS At-Taubah ayat 41
اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَّثِقَالًا وَّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Berangkatlah kamu (untuk berperang/beramal soleh), baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Sedangkan setelah Ngawayuh, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani mengungkapkan bahwa Sanad ilmu NU sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Hal itu terbukti melalui silsilah keilmuan dan nasab para ulama pendirinya, khususnya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari yang berguru kepada ulama-ulama lain di berbagai tempat hingga bersambung ke Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya dalam berjuang harus memperkuat kader lama / pendahulu di wilayahnya atau jangan sampai melupakan mereka dalam setiap langkah perjuangannya dan memperbanyak kader atau generasi baru untuk NU di masa depan.
“Jika di wilayah Kecamatan Katapang ini, belum banyak pesantrean NU, seperti wilayah lain. Maka kokohkan atau teguhkan setiap individu yang ada sebagai pribadi berkarakter atau berpendirian NU” ungkapnya














