Ekonomi & Bisnis

Ade Supriyatna : Depok Butuh “Rumah Bersama” Pengusaha, Agar Investasi Tak Lari Kemana – mana

adminsigiku.com
×

Ade Supriyatna : Depok Butuh “Rumah Bersama” Pengusaha, Agar Investasi Tak Lari Kemana – mana

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Anis

Kota Depok – Komitmen DPRD Kota Depok untuk menggenjot dunia usaha kembali ditegaskan. Kali ini disampaikan langsung Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna di sela – sela Musyawarah Kota VI Kadin Depok di Hotel Margo City, Kamis (20/8/2026).

Berdiri di tengah pelaku usaha yang baru saja mengukuhkan dr. Karlina, MARS sebagai Ketua Kadin 2026-2031, Ade tak banyak basa-basi. Ia menyebut selama ini pengusaha Depok jalan sendiri-sendiri. Akibatnya, kolaborasi lemah, akses ke pemerintah dan investor juga terasa jauh.

Solusinya, kata Ade, Depok harus punya satu atap. Satu tempat berkumpul. Ia menyebutnya sebagai “gedung bersama”.

“Pada intinya kita support kalau itu jadi gedung bersama untuk meningkatkan ekosistem kewirausahaan, ekosistem pengusaha, sehingga pengusaha Kota Depok bisa punya wadah yang satu,” ujarnya.

Bagi Ade, gedung itu bukan sekadar bangunan. Fungsinya harus hidup. Bisa dipakai UMKM untuk pelatihan, startup untuk inkubasi, perusahaan besar untuk pameran, dan semua pihak untuk bertemu investor. Dengan begitu, roda komunikasi dan kemitraan akan berputar lebih cepat.

Namun fasilitas saja tidak cukup. Ade mengingatkan satu hal krusial lain: manusia. Ia mendorong agar SDM lokal Depok disiapkan sejak dini agar siap mengisi kebutuhan industri yang datang.

“Jangan sampai investasi masuk, tapi tenaga kerjanya dari luar. SDM lokal harus kita siapkan dari sekarang,” tegasnya.

Menurut Ade, kalau dua hal itu jalan beriringan, fasilitas yang terpusat dan tenaga kerja yang kompeten, maka iklim investasi di Depok akan semakin menarik. Kota penyangga Jakarta ini punya potensi besar untuk menjadi magnet baru.

Pernyataan itu mengemuka tepat saat Kadin Depok berganti nahkoda. Di bawah kepemimpinan dr. Karlina, DPRD berharap ada sinergi nyata antara legislatif, Kadin, dan Pemkot. Jangan sampai ide “gedung bersama” hanya jadi wacana di atas kertas.

“Kalau ekosistemnya kuat, pengusahanya maju, maka PAD dan penyerapan tenaga kerja di Depok juga akan ikut naik,” pungkas Ade.

Kini publik menunggu. Apakah “rumah bersama” para pengusaha Depok itu akan benar – benar berdiri, atau hanya tinggal janji.