Ekonomi & Bisnis

PBB Rp1 untuk Cagar Budaya, Pemkot Bandung Buka Karpet Merah bagi Investor

adminsigiku.com
×

PBB Rp1 untuk Cagar Budaya, Pemkot Bandung Buka Karpet Merah bagi Investor

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ida

Kota Bandung — Pemerintah Kota Bandung menawarkan insentif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hanya Rp1 bagi investor yang bersedia menghidupkan kembali bangunan cagar budaya. Kebijakan ini menjadi strategi Pemkot Bandung untuk menarik investasi sekaligus menjaga warisan sejarah kota.

Tawaran tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam Investor Day 2026 di Hotel Grandia Bandung, Rabu (19/8/2026).

Insentif PBB Rp1 diberikan khusus untuk bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan memiliki Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Kota Bandung. Investor diberi ruang untuk mengembangkan dan menghidupkan kembali bangunan bersejarah, dengan syarat karakter arsitektur serta nilai sejarahnya tetap dipertahankan.

“Sehingga akan bisa mengundang para investor untuk bisa masuk dan membangun kembali gedung-gedung cagar budaya itu tanpa menghilangkan karakternya sama sekali,” ujar Farhan.

Menurut Farhan, kebijakan tersebut tidak sekadar menawarkan keringanan pajak, tetapi juga membuka model investasi yang menggabungkan kepentingan ekonomi dengan pelestarian sejarah. Bangunan yang selama ini berpotensi terbengkalai diharapkan kembali produktif dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kota.

Di sisi lain, Pemkot Bandung tengah membuka peluang investasi di berbagai sektor seiring semakin kuatnya konektivitas dan aktivitas ekonomi kota.

Kembali beroperasinya penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara, penataan pasar tradisional, sektor pariwisata, hingga perdagangan disebut menjadi sejumlah ruang investasi yang potensial.

“Pada kesempatan sekarang kita membuka pintu seluas-luasnya bagi para investor untuk masuk Kota Bandung. Berbagai macam peluang itu besar sekali,” kata Farhan.

Farhan menilai sektor pariwisata dan perdagangan memiliki daya ungkit besar terhadap perekonomian. Investasi di dua sektor tersebut dinilai mampu meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperluas ekosistem usaha dan lapangan pekerjaan.

Tak hanya sektor ekonomi konvensional, Pemkot Bandung juga membidik sektor pendidikan tinggi. Kota Bandung yang memiliki banyak perguruan tinggi berkualitas dinilai memiliki daya tarik untuk mendatangkan mahasiswa dari berbagai daerah.

“Dengan jumlah perguruan tinggi berkualitas yang banyak di Kota Bandung kami ingin mengundang talenta-talenta terbaik di luar Kota Bandung untuk berkuliah di Kota Bandung,” ujarnya.

Target Investasi Rp11 Triliun

Pemkot Bandung memasang target realisasi investasi sebesar Rp11 triliun sepanjang 2026. Optimisme mencapai target tersebut cukup kuat karena realisasi investasi pada semester pertama 2026 telah menembus lebih dari Rp6 triliun.

“Target sebetulnya Rp11 triliun, tapi insyaallah bisa tercapai karena di semester satu saja sudah tercapai lebih dari Rp6 triliun,” tutur Farhan.

Lebih jauh, Farhan ingin Bandung tidak berhenti sebagai kota perdagangan dan jasa. Ia mendorong Bandung berkembang menjadi pusat teknologi sekaligus pusat finansial dan investasi.

Menurutnya, karakter Bandung sangat mendukung pengembangan industri teknologi, termasuk peluang pembangunan pusat data. Keterbatasan lahan di dalam kota, kata Farhan, justru dapat direspons melalui pembangunan pusat data secara vertikal.

“Bandung itu pas banget kalau dijadikan sebagai PFI (Pusat Finansial Indonesia),” katanya.

Pengembangan pusat data juga dinilai memiliki peluang ditopang oleh sumber energi dari Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka. Integrasi antara teknologi, investasi, pengelolaan sampah, dan energi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

“Bandung sudah sangat siap untuk menjadi salah satu PFI,” tegas Farhan.