Ekonomi & Bisnis

Jamkrindo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Garut, Integrasikan Lingkungan, Pertanian, Teknologi hingga Hilirisasi

adminsigiku.com
×

Jamkrindo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Garut, Integrasikan Lingkungan, Pertanian, Teknologi hingga Hilirisasi

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Garut – PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Memasuki tahun kelima pelaksanaan, program yang dijalankan bersama Salarea Foundation dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bunga Wana Lestari tersebut terus berkembang. Jika sebelumnya berfokus pada pelestarian lingkungan, kini program telah diarahkan menjadi ekosistem pemberdayaan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi produktif, pertanian, teknologi, hingga hilirisasi produk lokal.

Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero), Abdul Bari, mengatakan program pemberdayaan Jamkrindo dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dengan mendorong masyarakat mengembangkan potensi lokal menjadi aktivitas ekonomi yang produktif dan mandiri.

“Kami ingin memastikan program pemberdayaan Jamkrindo tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang mampu menciptakan nilai dan kemandirian bagi masyarakat. Apa yang dibangun di Garut menunjukkan bahwa potensi lokal, pendampingan, teknologi, dan kolaborasi dapat diintegrasikan menjadi rantai ekonomi yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir,” ujar Abdul Bari dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

Salah satu capaian yang menonjol selama lima tahun pelaksanaan program terlihat dari perkembangan Bank Sampah. Dari semula hanya beroperasi di satu lokasi dengan fokus pada pengelolaan sampah plastik, kini telah berkembang menjadi dua lokasi.

Pengelolaan juga diperluas dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga untuk diolah menjadi media tanam organik. Hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pertanian warga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Di sektor pertanian, program Kebun Gizi juga terus dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Penerapan teknologi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Melalui konsep smart farming, proses penyiraman dan pemupukan dapat dilakukan secara otomatis. Selain meningkatkan efisiensi pengelolaan kebun, fasilitas tersebut juga dikembangkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian.

Sementara itu, pengembangan Kebun Kopi di lahan Perhutani dengan luas lebih dari 100 hektare menunjukkan perkembangan positif. Potensi tersebut kini diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan rantai nilai melalui proses hilirisasi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Jamkrindo tengah mempersiapkan pengembangan Kedai Kopi yang ditargetkan dapat menyambut panen perdana. Produk kopi nantinya tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga melalui proses pengolahan, penyangraian, hingga penyajian di kedai.

Dengan demikian, nilai tambah dari komoditas kopi diharapkan dapat lebih banyak dinikmati masyarakat setempat sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

“Hilirisasi menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi dari potensi lokal semakin besar dirasakan masyarakat. Kami berharap Kedai Kopi nantinya dapat menjadi ruang yang mempertemukan produk masyarakat dengan pasar sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi,” kata Abdul Bari.

Menurutnya, pengembangan program secara terintegrasi menjadi bagian penting dalam memastikan pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan jangka pendek. Kolaborasi antara masyarakat, lembaga pendamping, dunia pendidikan, serta pemanfaatan teknologi menjadi fondasi untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan yang menghubungkan pengelolaan lingkungan, pertanian produktif, teknologi, dan hilirisasi, program pemberdayaan Jamkrindo di Garut diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.

Program tersebut juga ditargetkan dapat menjadi salah satu contoh atau role model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mampu mendorong kemandirian ekonomi desa dan direplikasi di berbagai wilayah di Indonesia.