Pewarta: Abd Haris
Kabupaten Buol, Sulteng – Harapan masyarakat Desa Talaki, Kecamatan Paleleh, terhadap realisasi program transmigrasi kian menguat. Program yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi warga itu hingga kini belum juga terealisasi, memicu desakan percepatan dari berbagai pihak.
Kepala Desa Talaki, Husen Is Mukmin, secara tegas meminta agar program tersebut tidak terus berlarut-larut. Ia menekankan, warga sudah terlalu lama menunggu kepastian atas program yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Desakan serupa disampaikan Camat Paleleh, Lukman, S.Pt. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan realisasi program transmigrasi, sembari mendorong instansi terkait agar tidak memperlambat proses yang dinilai sudah jelas secara administratif.

Sorotan pun mengarah pada peran Dinas Pertanahan dan Dinas Kehutanan Kabupaten Buol. Kedua instansi tersebut dinilai memiliki andil dalam tersendatnya pelaksanaan di lapangan.
Informasi yang berkembang menyebutkan, hambatan teknis dan koordinasi menjadi faktor utama yang memperlambat realisasi program.
Padahal, secara formal, program transmigrasi ini telah melalui tahapan penting, termasuk penandatanganan berita acara oleh Pemerintah Desa Talaki bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait lambannya tindak lanjut di lapangan.
Menanggapi sorotan tersebut, pihak Dinas Transmigrasi menegaskan bahwa proses program masih berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Pihak dinas menjelaskan, penandatanganan kesepakatan bukan berarti pembangunan dapat langsung dilakukan. Masih terdapat sejumlah tahapan teknis dan administratif yang wajib dilalui sebelum masuk ke tahap pelaksanaan.
“Iya Pak Kades, setelah penandatanganan bukan serta merta langsung dilakukan pembangunan. Masih ada proses-proses yang harus dilalui,” jelas perwakilan dinas.
Dalam waktu dekat, Dinas Transmigrasi bersama Dinas Pertanahan disebut akan turun langsung ke Desa Talaki guna melakukan pertimbangan teknis di lapangan.
“Dalam waktu dekat kami bersama pertanahan akan melakukan pertimbangan teknis di Talaki. Intinya, proses tetap berjalan,” tegasnya.
Meski ada kepastian bahwa tahapan masih berlangsung, masyarakat berharap langkah konkret segera terlihat. Koordinasi lintas instansi diminta tidak lagi menjadi penghambat, melainkan solusi percepatan.
Program transmigrasi ini dinilai bukan sekadar agenda pembangunan, melainkan harapan nyata bagi warga untuk meningkatkan taraf hidup. Jika terus tertunda, kepercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah bisa ikut tergerus.













