Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Serikat pekerja di Kabupaten Sukabumi menegaskan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 tidak boleh hanya dijadikan agenda seremonial yang berfokus pada keamanan. Momentum tahunan ini harus menjadi panggung untuk menagih komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan buruh yang hingga kini dinilai belum terealisasi.
Sikap itu disampaikan Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Sukabumi, Budi Mulyadi, usai menghadiri rapat koordinasi persiapan May Day di Aula Kantor Disnakertrans, Jum’at (24/4/2026) kemarin.
Menurut Budi, pemerintah dan aparat masih lebih menonjolkan isu ketertiban dibanding menjawab persoalan nyata yang dihadapi buruh.
“Kalau pemerintah lebih menekankan kondusivitas, namun bagi kami selain kondusivitas ada isu yang kami gaungkan dalam momentum May Day 2026 ini,” tegasnya.
Ia menyebut sejumlah agenda mendesak yang harus segera ditindaklanjuti pemerintah, mulai dari percepatan pengesahan rancangan undang-undang ketenagakerjaan pasca putusan Mahkamah Konstitusi, hingga ratifikasi konvensi International Labour Organization sebagai bentuk perlindungan terhadap hak pekerja.
Tak hanya itu, SPN juga menyoroti janji Prabowo Subianto saat May Day 2025 yang hingga kini dinilai belum menunjukkan realisasi nyata.
“Kami melihat belum ada langkah konkret dari Presiden dalam satu tahun terakhir sesuai dengan apa yang disampaikan pada May Day 2025,” ujar Budi.
Menurutnya, saat itu Presiden menjanjikan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh dan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK). Dua instrumen itu dianggap penting di tengah ancaman gelombang PHK dan lemahnya perlindungan hak pekerja.
Dengan jumlah anggota sekitar 8.300 orang di Kabupaten Sukabumi, SPN menilai pemerintah tak bisa terus menunda implementasi janji politik kepada kalangan buruh.
Sementara itu, Ade Suryaman, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi menegaskan pelaksanaan May Day harus berjalan dengan tertib, aman dan kondusif sesuai arahan pemerintah pusat.
“Sesuai surat pemerintah pusat, yang penting pelaksanaan harus tertib, aman, dan tetap kondusif,” kata Ade.
Rapat koordinasi yang dihadiri unsur Forkopimda, Disnakertrans, APINDO, serta perwakilan serikat pekerja itu juga membahas kesiapan teknis jelang May Day yang tinggal sepekan lagi.
Sebagian buruh dari Kabupaten Sukabumi dipastikan akan bergabung dalam aksi nasional di Monumen Nasional, Jakarta.
Pernyataan buruh Sukabumi ini menjadi sinyal bahwa May Day 2026 tak sekadar soal barisan massa dan pengamanan, tetapi juga ujian bagi pemerintah dalam membuktikan keberpihakan terhadap nasib pekerja.













