Pewarta : Red
Jakarta – Rencana big match antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 terancam berantakan. Hingga awal Mei, laga yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu belum mengantongi izin resmi—sebuah situasi yang memunculkan tanda tanya besar soal kesiapan penyelenggara.
Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief, mengakui bahwa meski pengelola stadion telah memberi sinyal positif, realisasi pertandingan masih terganjal restu dari PSSI. Artinya, duel klasik sarat gengsi ini kini sepenuhnya berada dalam tarik-ulur birokrasi, bukan lagi soal teknis pertandingan.
Ironisnya, hambatan utama justru datang dari agenda yang sebenarnya sudah terjadwal lama, FIFA Matchday Timnas Indonesia pada Juni 2026, termasuk laga melawan Oman di venue yang sama.
Koordinasi yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal kini berubah menjadi batu sandungan jelang laga krusial.
Di sisi lain, kepolisian telah mengeluarkan izin keamanan. Namun, tanpa dokumen resmi penggunaan stadion, semua itu praktis tak berarti.
Panpel pun dipaksa menyiapkan skenario darurat dengan melirik Jakarta International Stadium sebagai opsi cadangan.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius: bagaimana mungkin pertandingan sebesar Persija vs Persib—yang selalu menjadi sorotan nasional—masih terjebak dalam ketidakpastian venue hanya beberapa hari sebelum kick-off?
Jika tak segera ada keputusan tegas dari PSSI, bukan hanya jadwal yang berantakan, tetapi juga kredibilitas penyelenggaraan liga yang kembali dipertaruhkan.













