Pewarta : Red
Kota Bogor – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan proyek perbaikan Jalan Batutulis, Kota Bogor, segera dikerjakan setelah resmi masuk tahap lelang.
“Sudah proses lelang, sebentar lagi dikerjakan. Alokasinya sudah ada,” kata Dedi.
Namun di balik kepastian proyek tersebut, Dedi menyoroti persoalan yang lebih besar, yakni buruknya penerapan tata ruang yang dinilai menjadi penyebab kawasan Batutulis rawan longsor.
Menurutnya, kawasan Batutulis seharusnya dipertahankan sebagai area hijau dan kawasan bersejarah, bukan justru dipaksa menjadi jalur pembangunan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan.
“Seharusnya di sini daerah hijau, tapi dibuat jadi jalan. Kan aneh, Jalan Batutulis longsor,” tegasnya.
Dedi menilai pembangunan infrastruktur selama ini banyak mengabaikan karakter alam dan lanskap wilayah. Akibatnya, kerusakan lingkungan dan bencana seperti longsor terus berulang.
Ia menegaskan pembangunan jalan, jembatan, irigasi hingga bangunan ke depan harus berbasis tata ruang yang benar serta mempertimbangkan aspek ekologis dan sejarah kawasan.
Pemprov Jawa Barat saat ini juga tengah mengkaji perubahan tata ruang sebagai bagian dari penataan pembangunan di berbagai daerah.
Selain memperbaiki Jalan Batutulis, Pemprov Jabar juga berencana menata kawasan heritage Batutulis hingga Suryakencana sebagai koridor budaya dan sejarah Kota Bogor.

