Optimalisasi TPA Sarimukti Tertunda, Pembangunan Tanggul dan Zona Baru Baru Direalisasikan 2027

0
178

Pewarta : Lina SC

Kab. Bandung Barat – Rencana optimalisasi fisik Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat dipastikan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat memperkirakan pembangunan infrastruktur pendukung baru dapat dilaksanakan pada tahun anggaran 2027 akibat keterbatasan anggaran dan waktu pelaksanaan.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional DLH Jawa Barat, Arief Perdana, mengatakan sejumlah pekerjaan strategis yang telah direncanakan meliputi pembangunan tanggul pengaman serta penataan zona pembuangan untuk menjaga keberlanjutan operasional TPA Sarimukti sebagai pusat pengelolaan sampah regional Bandung Raya.

“Kemungkinan pekerjaan fisik seperti pembangunan tanggul dan penataan zona baru bisa dilaksanakan melalui APBD murni tahun 2027,” ujar Arief.

Penundaan tersebut menjadi perhatian mengingat kapasitas sejumlah zona di TPA Sarimukti semakin terbatas. Saat ini, zona aktif yang digunakan untuk menampung sampah terus mengalami peningkatan beban seiring tingginya volume sampah yang masuk dari wilayah Bandung Raya setiap harinya.

Menurut Arief, pengelola telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kondisi tersebut, termasuk membuka kembali pemanfaatan zona 3 dan zona 4 ketika kapasitas zona 5 yang saat ini digunakan telah mencapai batas maksimal.

“Jika zona 5 sudah penuh, operasional kemungkinan akan dialihkan kembali ke zona 3 dan zona 4. Namun sebelum digunakan, kedua zona tersebut harus dibangun tanggul terlebih dahulu untuk menjamin keamanan dan meminimalkan risiko longsor,” katanya.

DLH Jawa Barat sebenarnya telah menuntaskan perencanaan teknis melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED). Namun realisasi konstruksi masih bergantung pada ketersediaan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain persoalan pendanaan, keterbatasan waktu pada tahun anggaran berjalan juga menjadi kendala utama. Proses administrasi yang mencakup pengadaan, lelang proyek, hingga pelaksanaan konstruksi membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga sulit direalisasikan dalam sisa waktu yang tersedia.

“Waktu yang ada saat ini tidak memungkinkan untuk menyelesaikan seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari proses lelang hingga pelaksanaan konstruksi di lapangan,” jelas Arief.

Sembari menunggu pembangunan fisik direalisasikan, pengelola TPA Sarimukti akan memaksimalkan berbagai langkah operasional untuk memperpanjang usia layanan tempat pembuangan akhir tersebut. Upaya yang dilakukan meliputi penataan area pembuangan, optimalisasi pemadatan sampah, serta pemanfaatan alat berat secara maksimal agar kapasitas yang tersedia dapat digunakan lebih efisien.

Sebagai fasilitas pengelolaan sampah utama bagi wilayah Bandung Raya, keberlangsungan operasional TPA Sarimukti menjadi isu strategis yang mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Tanpa penambahan kapasitas dan penguatan infrastruktur pendukung, tekanan terhadap daya tampung TPA diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya volume sampah yang dihasilkan kawasan metropolitan Bandung Raya.

Karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur dan optimalisasi kapasitas TPA Sarimukti dinilai menjadi langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan sistem pengelolaan sampah regional serta mencegah terjadinya krisis daya tampung di masa mendatang.