Minyakita Langka di Cimahi, Pedagang Teriak : Jatah Dipangkas dari 100 Dus Jadi 10 Dus

0
161

Pewarta : Wahyu

Kota Cimahi – Kelangkaan Minyakita mulai menghantui pasar tradisional di Kota Cimahi. Dalam dua pekan terakhir, pasokan minyak goreng subsidi itu disebut anjlok drastis hingga membuat pedagang kesulitan memenuhi permintaan masyarakat.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Atas Baru Cimahi, Hanna Subiarti, mengaku distribusi Minyakita yang diterimanya sebagai Rumah Pangan Kita (RPK) merosot tajam. Jika biasanya memperoleh 50 hingga 100 dus setiap pengiriman, kini ia hanya menerima sekitar 10 dus.

“Sudah satu sampai dua minggu terakhir pasokannya seret. Sekarang saya cuma dapat 10 karton, padahal biasanya minimal 50 karton bahkan bisa sampai 100 karton,” ujar Hanna, Jum’at (5/6/2026).

Akibat minimnya pasokan, stok Minyakita di kiosnya kini habis. Kondisi tersebut membuatnya kebingungan karena produk tersebut masih menjadi minyak goreng yang paling banyak dicari masyarakat.

“Sekarang saya tidak punya stok sama sekali. Padahal ini barang yang paling laku dicari pembeli,” katanya.

Hanna mengaku tidak mendapat penjelasan terkait penyebab berkurangnya distribusi Minyakita dari distributor. Di tengah kelangkaan yang terjadi, ia juga mendengar kabar pemerintah akan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita menyusul kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO).

Meski demikian, hingga saat ini pedagang masih menjual Minyakita sesuai HET lama sebesar Rp. 15.700 per liter karena belum ada keputusan resmi mengenai besaran kenaikan harga.

“Kami baru tahu informasi kenaikan HET dari pemberitaan. Belum ada pemberitahuan resmi berapa naiknya, jadi masih pakai harga lama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Indra Bagjana, membenarkan adanya gangguan pasokan Minyakita di pasaran.

Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog untuk mencari penyebab tersendatnya distribusi minyak subsidi tersebut.

“Memang dari Bulog suplainya sedang sulit. Distribusinya langsung dari Bulog ke pedagang karena Bulog berstatus distributor tingkat satu. Namun terkait penyebabnya itu menjadi ranah Bulog,” kata Indra.

Kelangkaan Minyakita ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang dan konsumen. Pasalnya, di tengah rencana kenaikan HET, pasokan yang semakin terbatas berpotensi memicu gejolak harga serta memperberat beban masyarakat yang masih bergantung pada minyak goreng bersubsidi.