Ekonomi & Bisnis

Dari Hijauan Menjadi Harapan, 11 Domba Odang Tumbuhkan Kemandirian Mustahik

adminsigiku.com
×

Dari Hijauan Menjadi Harapan, 11 Domba Odang Tumbuhkan Kemandirian Mustahik

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Gervan

Kab. Sumedang – Sebanyak 50 kilogram pakan hijauan setiap hari menjadi bagian dari perjuangan Bapak Odang dalam merawat 11 ekor Fomba. Di balik rutinitas memberi makan ternak tersebut, tersimpan semangat untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Odang merupakan salah satu peternak binaan Balai Ternak BAZNAS Jatimekar yang berada di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.

Dengan penuh konsistensi, ia menjalankan pengelolaan ternak setiap hari. Bukan hanya memastikan pakan tersedia, tetapi juga memperhatikan kondisi kesehatan, nafsu makan, hingga perilaku ternak yang dipeliharanya.

“Saya belajar bahwa beternak itu membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Setiap hari ternak harus diperhatikan. Alhamdulillah, melalui pendampingan BAZNAS kami mendapatkan pengetahuan dan arahan agar bisa mengelola ternak dengan lebih baik dan berharap usaha ini bisa menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri,” ungkap Odang, Senin (07/09).

Pendampingan yang dilakukan BAZNAS menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan peternak binaan. Para mustahik tidak hanya diberikan kesempatan untuk mengembangkan ternak, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai manajemen pemeliharaan yang baik.

Pemantauan terhadap nafsu makan dan perilaku ternak dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat. Cara tersebut juga membantu peternak mengenali lebih awal apabila terdapat perubahan yang berpotensi mengganggu kesehatan maupun produktivitas.

Konsistensi menjadi kunci dalam perjalanan tersebut. Dari hari ke hari, Odang terus merawat ternaknya dengan harapan usaha yang dijalankan dapat berkembang.

Program Balai Ternak BAZNAS pun menjadi bukti bahwa pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan bantuan, melainkan membangun kemampuan agar mustahik mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.

Dari kandang di Desa Cijeungjing, 11 ekor domba kini menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju sebuah cita-cita besar: kemandirian ekonomi yang tumbuh melalui kerja keras, pendampingan, dan keberlanjutan.