Pewarta : Gervan
Kab. Sumedang – Program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Balai Ternak Jatimekar terus mendorong lahirnya praktik pertanian terpadu yang berkelanjutan.
Salah satu penerima manfaat program, Karyam, peternak asal Desa Cijurungjing, Kecamatan Jatigede, mulai mengoptimalkan pemanfaatan kotoran domba sebagai pupuk organik untuk mendukung produktivitas pertanian.
Melalui proses pengolahan yang sederhana namun teliti, kotoran ternak dipisahkan dari sisa pakan sehingga menghasilkan pupuk berkualitas tinggi.
Hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan untuk tanaman pisang, cabai, hingga area bank pakan yang menjadi sumber pakan ternak.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah, tetapi juga memperkuat efisiensi usaha tani karena petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia.
“Pendampingan yang diberikan melalui Balai Ternak Jatimekar membuat kami belajar bahwa peternakan dan pertanian harus saling mendukung. Kohe domba yang sebelumnya dianggap limbah kini bisa memberikan manfaat ekonomi dan membantu meningkatkan hasil pertanian,” Jum’at (04/09/2026).













