Ekonomi & Bisnis

Ponpes Modern Dzikir Al Fath Gelar Seminar dan Workshop Kemandirian Pesantren, Dorong Wirausaha dan Produk Unggulan Sukabumi

adminsigiku.com
×

Ponpes Modern Dzikir Al Fath Gelar Seminar dan Workshop Kemandirian Pesantren, Dorong Wirausaha dan Produk Unggulan Sukabumi

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Fadhel

Kota Sukabumi – Sebanyak 50 peserta dari sekitar 25 pondok pesantren mengikuti seminar dan workshop kemandirian pesantren yang mengusung penguatan kemampuan kewirausahaan dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah, di antaranya Bandung, Tasikmalaya, Banten, Jawa Barat, Jakarta, Maluku, hingga Papua.

“Jumlah peserta dibatasi agar proses pelatihan dan praktik dalam workshop dapat berjalan lebih efektif,” ucap Pimpinan Ponpes Modern Dzikir Al – Fath, KH. M. Fajar Laksana kepada awak media, usai acara.

Dipaparkan, kegiatan tersebut diawali dengan seminar mengenai konsep integrasi usaha dan kewirausahaan di lingkungan pesantren. Selanjutnya, peserta mendapatkan pelatihan keterampilan praktis yang dapat diterapkan untuk membangun unit-unit usaha produktif di pondok pesantren.

“Sejumlah keterampilan yang diberikan meliputi pengembangan usaha produksi Tahu, Pembuatan Kaos dan Pengolahan Produk Herbal, serta pelatihan di sektor Pertanian dan Peternakan,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai Budidaya Ikan Lele dan Maggot, serta pengolahan limbah kotoran hewan menjadi pupuk cair, pupuk padat, hingga bahan pakan Maggot.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pesantren memiliki berbagai sumber usaha melalui konsep PMP atau Pesantren Multi Produk.

Dengan memiliki unit usaha produktif, pesantren diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi dan tidak sepenuhnya bergantung pada biaya pendidikan santri maupun bantuan dari pihak lain.

Salah satu materi yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pengembangan Budidaya Alpukat Genjah Unggulan asal Sukabumi yang diberi nama “AGUS”.

Alpukat tersebut dikembangkan oleh Hikmah Tani Indonesia (HATI) melalui proses penelitian dan pengembangan varietas. Alpukat Agus disebut sebagai varietas genjah unggulan yang memiliki produktivitas dan daya tahan yang baik serta dikembangkan dengan pendekatan pertanian organik.

Sementara Ketua Umum HATI, Ustadz Asip Abu Mahdi menyampaikan bahwa pengembangan Alpukat Agus akan melibatkan jaringan pondok pesantren dan petani, terutama yang memiliki lahan potensial untuk perkebunan.

“Pesantren memiliki potensi lahan dan sumber daya manusia. Karena itu, kami ingin mengajak pondok pesantren untuk bersama-sama mengembangkan pertanian produktif, termasuk Alpukat Agus,” ujarnya.

Menurutnya, produk alpukat tersebut telah menarik minat pasar luar negeri. Bahkan, terdapat permintaan dari Jepang yang disebut mencapai sekitar 20 ton per hari.

“Kapasitas produksi saat ini masih jauh dari kebutuhan tersebut, sehingga diperlukan pengembangan kebun dan keterlibatan lebih banyak petani serta pondok pesantren,” ucapnya.

Diswbutkan, selain peluang pasar, perkebunan alpukat juga diproyeksikan menjadi sumber pendanaan pendidikan. Dengan pengelolaan yang baik, hasil usaha perkebunan diharapkan dapat membantu pembiayaan pendidikan para santri, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai teknik penanaman, perawatan, pengembangan bibit, hingga strategi pemasaran produk pertanian.

Melalui seminar dan workshop ini, pesantren diharapkan tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga mampu berkembang menjadi pusat ekonomi produktif yang melahirkan wirausahawan dan menciptakan kemandirian bagi lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal pengembangan model pesantren mandiri berbasis multiusaha, dengan mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, pengolahan limbah, industri rumahan, serta produk unggulan daerah sebagai kekuatan ekonomi baru bagi pondok pesantren.