Ragam

Kemarau Mulai Menggigit, PDAM Tirta Intan Garut Salurkan Air Bersih Gratis Untuk Warga Terdampak Kekeringan

adminsigiku.com
×

Kemarau Mulai Menggigit, PDAM Tirta Intan Garut Salurkan Air Bersih Gratis Untuk Warga Terdampak Kekeringan

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Agus Lukman

Kabupaten Garut – Musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Garut membawa dampak nyata bagi masyarakat. Di beberapa daerah, sumur dan sumber mata air mulai mengering, memaksa warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari – hari.

Merespons kondisi tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih gratis kepada warga yang terdampak kekeringan.

Sekretaris Perusahaan PDAM Tirta Intan Garut, Hendra Gunarah, mengatakan pihaknya telah bersiaga sesuai arahan Bupati Garut untuk membantu masyarakat yang mulai mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.

“Beberapa daerah telah kami kirim bantuan air,” ujar Hendra, Sabtu (21/6/2026).

Menurutnya, distribusi air bersih menjadi agenda rutin setiap musim kemarau, terutama bagi wilayah yang selama ini bergantung pada sumber mata air yang rentan mengering saat curah hujan menurun.

Saat ini, bantuan air bersih telah disalurkan ke sejumlah daerah di wilayah selatan Garut, di antaranya Kecamatan Pameungpeuk dan Kecamatan Cibalong yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Kami telah mengirim bantuan ke daerah selatan, di antaranya ke Pameungpeuk dan Cibalong,” katanya.

Bagi warga yang terdampak, kehadiran truk tangki air bersih menjadi harapan di tengah kondisi yang semakin sulit. Air yang disalurkan digunakan untuk kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan minum keluarga.

PDAM Tirta Intan memastikan siap memperluas distribusi bantuan ke wilayah lain, baik di Garut bagian selatan maupun utara, apabila terdapat permintaan dari masyarakat yang membutuhkan.

Untuk mendapatkan bantuan tersebut, masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa, kecamatan, maupun pemerintah kabupaten. Selanjutnya, PDAM akan menindaklanjuti dengan mengirimkan pasokan air menggunakan armada truk tangki.

“Kami kirim bantuan berdasarkan permintaan, baik melalui pemerintahan desa, kecamatan maupun kabupaten,” jelas Hendra.

Selain mengganggu kebutuhan air bersih rumah tangga, musim kemarau juga mulai berdampak pada sektor pertanian. Sejumlah lahan pertanian dilaporkan mengalami kekeringan yang berpotensi mengganggu produktivitas tanaman jika kondisi berlangsung dalam waktu lama.

Pemerintah Kabupaten Garut pun telah melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan. Berbagai langkah antisipasi dilakukan, mulai dari program pompanisasi untuk menyuplai kebutuhan air pertanian hingga pendistribusian air bersih bagi masyarakat.

Di tengah ancaman kekeringan yang kian terasa, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PDAM menjadi upaya penting untuk memastikan warga tetap mendapatkan akses air bersih, kebutuhan paling mendasar yang nilainya semakin terasa ketika musim kemarau datang lebih panjang dari biasanya.