Pewarta : Red
Yogyakarta – Sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul kembali menunjukkan kinerja yang impresif. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) mencatat jumlah kunjungan wisatawan maupun pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata telah melampaui target yang ditetapkan untuk tahun 2026.
Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan realisasi kunjungan wisatawan hingga pertengahan tahun telah mencapai sekitar 3,2 juta orang atau 100 persen dari target tahunan. Sebelumnya, pada akhir Semester I 2026, jumlah kunjungan tercatat sekitar 2,9 juta wisatawan atau 90,14 persen dari target.
“Target kunjungan wisatawan tahun ini sekitar 3,2 juta orang dan saat ini sudah tercapai seluruhnya,” ujar Eko di Gunungkidul, Senin.
Menurutnya, lonjakan kunjungan tidak terlepas dari munculnya sejumlah destinasi wisata baru yang viral di media sosial, disertai penataan kawasan wisata pantai yang semakin menarik minat wisatawan domestik.
Salah satu destinasi yang mengalami peningkatan signifikan adalah Pantai Sepanjang. Meski proses penataannya masih berlangsung, jumlah kunjungan ke kawasan tersebut meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Selain Pantai Sepanjang, sejumlah destinasi baru seperti kawasan wisata Pantai Drini Park, Jungwok, dan On the Rock juga mulai menjadi magnet baru yang mendongkrak arus wisatawan ke Gunungkidul.
Peningkatan jumlah wisatawan tersebut berdampak langsung terhadap penerimaan daerah. PAD dari sektor retribusi pariwisata telah mencapai Rp36,4 miliar atau 101,12 persen dari target tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp36 miliar.
“Target PAD sektor pariwisata sebesar Rp36 miliar telah terlampaui. Hingga saat ini realisasinya sudah mencapai Rp36,4 miliar,” kata Eko.
Ia menegaskan, tingginya aktivitas wisata tidak hanya meningkatkan pendapatan pemerintah daerah, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat di kawasan destinasi wisata.
Sektor usaha seperti penginapan, restoran dan kuliner, jasa pemandu wisata, hingga pelaku usaha mikro di sekitar objek wisata turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi seiring melonjaknya jumlah wisatawan yang berkunjung.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Gunungkidul yang terus berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan bertambahnya destinasi baru serta penataan kawasan wisata yang berkelanjutan, pemerintah daerah optimistis tren pertumbuhan kunjungan wisatawan akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.

