Tiga Warga KBB Tewas Diduga Akibat Ledakan Mortir Bekas Latihan, Polisi Selidiki Asal Amunisi

0
22

Pewarta : Herlina SC

Kab. Bandung Barat – 3 (tiga) warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tewas akibat ledakan benda yang diduga mortir, Rabu (8/7/2026).

Korban masing – masing Ade (21), Suhri (40), dan Rodiana (40), diduga memungut amunisi tersebut dari area latihan militer.

Seorang saksi, Damet (43), mengaku mendengar ledakan keras sebelum menemukan ke 3 (tiga) korban tergeletak dengan luka parah.

Polisi bersama TNI kemudian mengevakuasi korban, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan mengamankan lokasi. Tim Jibom Polda Jawa Barat turut diterjunkan untuk mengamankan sisa amunisi.

Menurut Damet, para korban diketahui kerap memungut selongsong peluru bekas latihan di kawasan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif). Saat kejadian, diduga mereka sedang membongkar mortir menggunakan palu dan pahat.

Kepala Departemen Teknik Pusdikif, Letkol Inf Sunarya, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah mortir yang meledak merupakan milik Pusdikif atau kesatuan lain.

Dikatakan bahwa, kepastian asal amunisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Tim Gegana.

Sementara itu, Kapolsek Cipatat, Kompol DMS Andriani menegaskan masyarakat dilarang memasuki area latihan militer maupun mengambil amunisi dan selongsong bekas karena berpotensi masih aktif dan sangat berbahaya.

Polisi juga mengimbau warga yang masih menyimpan amunisi bekas latihan agar segera menyerahkannya kepada pihak berwenang untuk mencegah kejadian serupa.