Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Krisis air bersih yang selama bertahun – tahun dialami warga Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mulai teratasi. Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) membangun tiga unit Sarana Air Bersih (SAB) untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau.
Pembangunan yang didanai APBD Kabupaten Sukabumi tersebut berlokasi di Kampung Cikokosan serta Kampung Bakanbaru RT 01/05 dan RT 03/05. Setiap unit dirancang melayani sekitar 58 kepala keluarga melalui jaringan perpipaan yang langsung terhubung ke rumah warga.
Kepala Desa Pasirpanjang, Mamat Slamet, mengatakan satu unit SAB di Kampung Bakanbaru RT 01/05 telah rampung dan sudah dimanfaatkan masyarakat. Sementara dua lokasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian dengan progres sekitar 65 persen.
“Alhamdulillah, satu titik sudah selesai dan air bersihnya sudah mengalir ke rumah – rumah warga. Untuk dua titik lainnya proses pembangunan terus berjalan dan kami optimistis segera selesai,” ujar Mamat, Selasa (14/7/2026).
Menurut Mamat, keberadaan SAB menjadi solusi atas persoalan air bersih yang selama ini membebani masyarakat setiap musim kemarau. Sebelumnya, banyak warga terpaksa membeli air akibat menurunnya debit sumber air.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sukabumi Asep Japar dan Disperkim Kabupaten Sukabumi atas realisasi pembangunan tersebut.
“Bantuan pembangunan sarana air bersih ini sangat berarti karena mampu mengurangi kesulitan masyarakat memperoleh air bersih saat musim kemarau,” katanya.
Ke depan, pengelolaan fasilitas air bersih akan dilakukan oleh pengurus yang dibentuk melalui musyawarah desa. Warga juga menyepakati iuran sebesar Rp4.000 per meter kubik untuk membiayai operasional pompa, kebutuhan listrik, dan pemeliharaan jaringan.
Setiap unit SAB dibangun dengan anggaran APBD Kabupaten Sukabumi senilai lebih dari Rp. 390 juta. Selain memperluas akses air bersih, program ini diharapkan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan air di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

