80 Mahasiswa Asing Lulus Dari UI, Rektor : Mereka Duta Indonesia Untuk Dunia

0

Pewarta : Anis

Kota Depok – Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan capaian internasional. Sebanyak 80 mahasiswa asing dari 21 negara resmi menyelesaikan studi di belasan fakultas dan Sekolah Pascasarjana Kajian Pembangunan Berkelanjutan UI.

Kelulusan mereka diapresiasi dalam acara The 2026 Degree Appreciation Ceremony for UI International Students di Makara Art Center, Kampus UI Depok, Selasa (21/7/2026). Momen ini sekaligus menjadi awal penguatan jejaring alumni global UI.

Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menyebut mahasiswa internasional sebagai bagian penting dari visi UI membangun kampus yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak global.
“Internasionalisasi bukan hanya mendatangkan mahasiswa dari berbagai negara. Tapi juga menciptakan pengalaman belajar berkualitas, kolaborasi lintas budaya, dan jejaring yang terus hidup setelah lulus,” ujar Heri Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, para lulusan ini akan menjadi duta UI sekaligus jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan dunia akademik dan berbagai sektor di luar negeri.

UI sendiri terus memperluas kemitraan dengan universitas, lembaga riset, pemerintah, industri, hingga organisasi internasional. Tujuannya agar mahasiswa mendapat pengalaman belajar yang relevan dengan tantangan global.

“Kami berharap hubungan tidak berhenti di wisuda. Lewat jejaring alumni yang kuat, mereka bisa terus berkolaborasi dalam pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian,” kata Heri.

Acara ini juga menjadi ruang mempererat sinergi antara UI, alumni internasional, pemerintah, dan komunitas diplomatik untuk mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Salah satu wisudawan, Maram Al Arnab dari Fakultas Psikologi UI asal Timur Tengah, membagikan pengalamannya.

Ia kuliah di UI lewat beasiswa Pemerintah Indonesia karena reputasi UI sebagai kampus terbaik di Tanah Air.

Tantangan terbesarnya adalah bahasa.
Maram harus menerjemahkan materi dari bahasa Indonesia ke Inggris, lalu ke bahasa Arab agar bisa mengikuti perkuliahan.

“Dosen dan teman-teman sangat membantu. Dukungan mereka membuat saya lebih percaya diri mengikuti pembelajaran,” cerita Maram.

Empat tahun menimba ilmu psikologi di UI tidak hanya memberi bekal akademik, tapi juga pemahaman tentang diri sendiri. Usai lulus, ia berencana pulang ke negara asalnya yang masih dalam proses pemulihan pasca konflik.

“Saya ingin mengabdi di bidang kesehatan mental. Ilmu dari UI saya bawa pulang untuk membantu masyarakat yang masih membutuhkan dukungan,” tandasnya.

Dengan dilepasnya 80 lulusan internasional ini, UI berharap jaringan globalnya semakin luas. Sekaligus memperkuat peran Indonesia melalui kontribusi para alumni di berbagai belahan dunia.