Dedi Mulyadi Janji Bangun Kembali Kampung Adat Ciptamulya Yang Ludes Terbakar

0
11

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Di tengah duka ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran hebat di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, secercah harapan datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan seluruh rumah adat yang hangus terbakar akan dibangun kembali.

Kepastian itu disampaikan Dedi Mulyadi usai berkomunikasi langsung melalui sambungan telepon dengan pimpinan adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah Asep, Sabtu (25/7/2026).

“Saya sudah telepon Abah Asep barusan. Rumah yang terbakar itu akan segera kembali dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Dedi.

Menurutnya, Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya bukan sekadar kawasan permukiman, melainkan warisan budaya yang harus dijaga. Kehidupan masyarakat adat yang selama ini mampu mempertahankan kearifan lokal dan kemandirian pangan menjadi alasan kuat pemerintah untuk segera melakukan pemulihan.

“Itu merupakan kekayaan budaya yang kita miliki. Mereka adalah masyarakat adat yang selama ini mandiri, mampu membangun kehidupan yang rukun, dan berswasembada pangan,” katanya.

Dedi mengaku telah meminta seluruh warga tetap tenang. Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menurunkan tim untuk menyiapkan proses rekonstruksi kawasan adat yang terdampak kebakaran.

“Semoga Abah dan seluruh warga tetap tenang. Kami akan segera turun dan kembali membangun Kasepuhan Ciptamulya,” ucapnya.

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu siang itu meluluhlantakkan puluhan rumah adat yang sebagian besar berbahan bambu, kayu, dan beratap ijuk. Dalam hitungan jam, api menghanguskan permukiman yang selama puluhan tahun menjadi simbol pelestarian budaya Sunda.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah tersebut memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Sebagian mengungsi di rumah kerabat dan tetangga, sementara lainnya bergantung pada bantuan logistik yang mulai disalurkan pemerintah.

Bagi warga Kasepuhan Ciptamulya, yang hilang bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga ruang hidup yang menyimpan sejarah, tradisi, dan identitas yang diwariskan lintas generasi. Janji membangun kembali kampung adat itu pun menjadi harapan baru agar kehidupan masyarakat adat dapat segera bangkit dari musibah.