Pewarta : Anis
Kota Depok – Atrium Margocity Mall, Sabtu 22 Agustus 2026 berubah menjadi panggung kebudayaan. Ratusan pengunjung memadati area utama untuk menyaksikan persembahan istimewa dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Nuansa merah putih membara ketika Group Tari Bapontar dari Minahasa, Sulawesi Utara , Kota Manado menampilkan Tarian Kawasaran tarian perang legendaris khas tanah Nyiur Melambai.
Tampil dengan kostum perang khas Minahasa lengkap pedang dan perisai, 20 penari pilihan Bapontar berhasil menghipnotis penonton. Gerakan hentakan kaki, ayunan senjata, dan formasi yang solid memancarkan wibawa dan keberanian. Sanggar Bapontar sendiri sudah berdiri selama 10 tahun dan dipimpin oleh Beiby Sumanti .
“Ini bukan sekadar tarian hiburan. Ini adalah napas sejarah. Dulu leluhur kami menari untuk maju ke medan perang menjaga tanah Minahasa. Hari ini kami menari untuk menjaga persatuan Indonesia. Kami awali dengan lagu ‘Bumi Indonesia Tercinta’ karena cinta kami kepada negeri ini tidak akan pernah luntur,” tegas Beiby Sumanti di sela acara.
Bangga Membawa Budaya ke Depok di Bulan Kemerdekaan
Salah satu penari, Rita Pondaag , tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
“Luar biasa rasanya bisa tampil di Kota Depok pas momen 17-an. Kami latihan berbulan-bulan demi persembahan terbaik. Melalui Kawasaran, kami ingin bilang bahwa budaya daerah itu hebat. Dia bisa menyatukan kita. Dulu leluhur menjaga Minahasa dengan pedang, sekarang kita menjaga Indonesia dengan kebersamaan,” ungkap Rita.
Penampilan energik itu ditutup dengan ajakan seluruh pengunjung menyanyikan “Bumi Indonesia Tercinta” bersama – sama. Suasana haru dan nasionalisme langsung terasa.
Pihak manajemen Margocity Mall menyatakan acara ini adalah bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Nusantara.
“Di usia kemerdekaan ke-81, kami ingin masyarakat Depok tidak hanya belanja, tapi juga merasakan semangat Indonesia. Lewat seni, kita mengingatkan bahwa berbeda-beda tapi tetap satu,”ujar perwakilan Margocity.
Sorak sorai dan tepuk tangan panjang menutup pertunjukan. Dari Sabang sampai Merauke, dari Minahasa sampai Depok semangat kemerdekaan tetap menyala.











