Ragam

PMI Garut Dorong Budaya Hemat Air dan Hidup Sehat Lewat Edukasi Kebencanaan di Sekolah

adminsigiku.com
×

PMI Garut Dorong Budaya Hemat Air dan Hidup Sehat Lewat Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Fitri

Kabupaten Garut – Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap kebencanaan dan pentingnya menjaga kesehatan dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut melalui kegiatan SABUMI-WALUYA di SMPN 4 Garut.

Kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Simulasi SABUMI-WALUYA: Edukasi Kebencanaan dan PHBS Berbasis Air Bersih tersebut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penghematan air, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Kepala Markas PMI Kabupaten Garut, Ade Koswara, mengatakan materi kebencanaan yang diberikan salah satunya berkaitan dengan kondisi kekeringan yang tengah dihadapi sejumlah wilayah.

Menurutnya, salah satu persoalan yang muncul ketika kekeringan terjadi adalah terbatasnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“Sekarang ini sedang mengalami bencana kekeringan. Kekurangannya apa? Air bersih,” kata Ade.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, PMI Garut telah menyiapkan fasilitas tangki air yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat apabila membutuhkan pasokan air bersih dalam kondisi darurat.

Ade menjelaskan, bantuan tersebut dapat diberikan berdasarkan permohonan yang disampaikan melalui pemerintah desa maupun kecamatan kepada BPBD Kabupaten Garut.

“Silakan kirimkan surat dari kepala desa atau camat ke BPBD. Nanti BPBD yang menugaskan ke PDAM atau PMI yang berangkat. Kita sama-sama penugasan dari BPBD,” ujarnya.

Meski demikian, Ade menyebutkan permintaan bantuan air bersih dari masyarakat sejauh ini belum terlalu banyak. Kebutuhan yang masuk masih dapat ditangani oleh BPBD bersama sejumlah pihak terkait.

Dalam sosialisasi tersebut, PMI Garut juga mengingatkan adanya potensi dampak lain akibat kondisi kekeringan, termasuk meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat pun diminta tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan karena kondisi minim air dapat menyulitkan penanganan apabila api meluas.

“Kalau masih ada masyarakat yang masih membakar sampah, dihindari. Di saat kekeringan itu kekurangan air,” ucapnya.

Selain materi kebencanaan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan air secara bijak. Kebiasaan menghemat air diharapkan dapat diterapkan sejak lingkungan sekolah dan kemudian dibawa ke kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut melibatkan guru serta mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan KKN. PMI Garut juga menyampaikan materi mengenai pola hidup sehat dan pertolongan pertama.

Ade menekankan bahwa keterbatasan air tidak boleh membuat masyarakat mengesampingkan kebersihan dan kesehatan.

“Meskipun ada sedikit, tetapi pola hidup sehat harus tetap terlaksana,” pungkasnya.

Melalui kegiatan SABUMI-WALUYA, PMI Garut berharap edukasi kebencanaan dan PHBS dapat membentuk kebiasaan positif di kalangan pelajar, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap penggunaan air bersih secara bijaksana.