Pewarta : Arief
Kabupaten Cianjur — Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur memastikan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani di Cianjur, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Sukabumi terus berlanjut hingga akhir 2026, meski target tahunan telah terlampaui.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur Muhammad Azwar Fuad mengatakan, target penyerapan GKP 2026 ditetapkan sebanyak 49.247 ton. Namun, realisasi sepanjang Januari – Agustus 2026 telah mencapai sekitar 88 ribu ton atau 136 persen dari target.
“Meski target sudah terlampaui, kami akan terus menyerap gabah petani hingga akhir tahun,” kata Azwar di Cianjur, Sabtu.
Ia menegaskan, harga pembelian gabah tetap mengikuti ketentuan pemerintah, yakni Rp. 6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut tetap diterapkan meski sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau.
“Harga beli dipastikan sesuai dengan ketetapan pemerintah meski saat kemarau seperti sekarang. Ini untuk menjawab keraguan petani terkait kemungkinan penurunan harga pembelian gabah,” ujarnya.
Menurut Azwar, penyerapan tetap dilakukan di tiga wilayah kerja Bulog Cianjur, meski volume gabah yang masuk mulai berkurang akibat musim kemarau yang melanda sebagian wilayah Jawa Barat.
Di sisi lain, stok beras di Gudang Bulog Cianjur saat ini mencapai sekitar 21 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat di Cianjur, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Sukabumi hingga akhir 2026.
Bulog juga terus memperkuat cadangan pangan melalui pengadaan gabah dan beras sekaligus mengoptimalkan pendistribusian beras bantuan pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di tengah ancaman penurunan produksi akibat kemarau.
“Berbagai langkah menghadapi terganggunya produksi padi saat musim kemarau sudah dilakukan secara maksimal di wilayah Cianjur dan Sukabumi,” katanya.
Azwar memastikan cadangan gabah dan stok beras yang tersedia masih dalam kondisi aman. Penyerapan yang terus berjalan juga menjadi bagian dari strategi Bulog untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat di tiga wilayah hingga penghujung tahun.
“Ketersediaan cadangan gabah dan stok beras untuk masyarakat di tiga wilayah mencukupi hingga akhir tahun, bahkan lebih, karena proses penyerapan terus dilakukan,” katanya.













