Pewarta : Gervan
Kab. Sumedang – Perjalanan pemulihan korban longsor Dusun Sukaasih, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, memasuki babak baru. Bencana yang terjadi pada Mei 2025 lalu sempat menyisakan persoalan serius bagi warga terdampak. Di tengah situasi tersebut, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA atau Pak Haji Ateng, Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Jawa Barat IX, bersama H. Acep Hidayat Komarudin, A.Md, Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Fraksi PKS Komisi II, datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi masyarakat.
Kunjungan tersebut juga didampingi Dondon Riyantori, salah seorang calon Kepala Desa Cisalak. Saat itu, bantuan turut disalurkan kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana. Namun perhatian tersebut tidak berhenti pada bantuan darurat.
Pada kunjungan Senin (21/09/2026), perkembangan kondisi warga menjadi perhatian kembali. Setelah melalui proses penanganan, para korban longsor kini telah mendapatkan rumah layak huni melalui bantuan dari Disperkimtan, yang turut mendapat dukungan dari Pak Haji Ateng dan Haji Acep.
Bagi Pak Haji Ateng, proses pemulihan pascabencana membutuhkan kesinambungan antara pemerintah dan berbagai pihak yang peduli terhadap masyarakat.
“Penanganan bencana tidak cukup hanya pada saat kejadian. Setelah kondisi darurat terlewati, masyarakat harus mendapatkan kepastian untuk bisa kembali menjalani kehidupan secara lebih aman dan nyaman. Karena itu, bantuan rumah layak huni ini sangat berarti bagi warga,” ungkapnya.
Pak Haji Ateng menegaskan bahwa masyarakat yang terdampak bencana membutuhkan pendampingan agar proses pemulihan dapat berjalan sampai kondisi mereka benar-benar membaik.
Senada, Haji Acep menilai hadirnya rumah layak huni merupakan bentuk nyata dari proses pemulihan yang dirasakan langsung masyarakat.
“Dulu kita datang ketika warga sedang menghadapi musibah. Hari ini kita datang kembali dan melihat kondisi yang jauh lebih baik. Alhamdulillah, warga sudah memiliki tempat tinggal yang layak. Mudah-mudahan ini menjadi awal untuk bangkit dan kembali menata kehidupan,” tutur Haji Acep.
Menurutnya, pengalaman bencana tersebut juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan perhatian berkelanjutan terhadap wilayah yang memiliki potensi bencana.
Kisah warga Dusun Sukaasih akhirnya tidak hanya tentang longsor dan kehilangan, tetapi juga tentang proses panjang menuju pemulihan, dari bantuan saat bencana hingga hadirnya rumah yang kini menjadi tempat kembali bagi keluarga terdampak.













