Pewarta : Ida
Kota Bandung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong elektrifikasi dan digitalisasi sebagai strategi membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan elektrifikasi tidak sekadar meningkatkan penggunaan energi listrik, tetapi juga memastikan energi tersebut dikonversi menjadi aktivitas produktif yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
“Elektrifikasi maksudnya begini, konsumsi energi listrik per kapita harus ditingkatkan. Artinya, energi listrik dikonversi menjadi kegiatan produktif yang lebih besar,” ujar Farhan, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, pemanfaatan energi listrik dapat diperluas melalui berbagai sektor, mulai dari kendaraan listrik, industri berbasis listrik hingga proses produksi yang memanfaatkan energi secara berkelanjutan.
Di sisi lain, digitalisasi dinilai menjadi penggerak penting pertumbuhan ekonomi Bandung. Farhan mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk meningkatkan aktivitas dan transaksi ekonomi masyarakat.
“Kita perlu memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk meningkatkan transaksi ekonomi. Selain itu, menjadikan Bandung sebagai pusat layanan keuangan digital, di mana investor tertarik masuk karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan alat pembayaran digital,” katanya.
Pemkot Bandung juga mendorong pengembangan sektor jasa keuangan untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi. Menurut Farhan, penguatan ekosistem keuangan dibutuhkan agar perekonomian Bandung tidak hanya bergantung pada sektor yang selama ini menjadi penopang.
Pemkot Bandung, kata dia, juga akan mendorong posisi Bandung sebagai bagian dari Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).
“Besok insya Allah akan diselenggarakan seminar nasional tentang pasar modal. Kita juga memproyeksikan Bandung menjadi bagian dari Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), bukan sebagai pesaing Jakarta atau Bali, melainkan melengkapi ekosistem yang sudah ada,” ujarnya.
Farhan menilai sektor keuangan di Bandung saat ini masih didominasi perbankan konvensional. Sementara itu, sejumlah lembaga keuangan non – bank yang sebelumnya berkembang dinilai perlu kembali diperkuat.
“Saat ini, sektor keuangan di Bandung masih didominasi perbankan konvensional saja. Banyak lembaga keuangan non – bank yang sudah tutup, dan ini yang harus kita bangkitkan kembali agar menjadi roda perekonomian yang baru,” tandasnya.













