Peristiwa

Blue Fire Terlihat di Kawah Papandayan, Wisatawan Diminta Menjauh

adminsigiku.com
×

Blue Fire Terlihat di Kawah Papandayan, Wisatawan Diminta Menjauh

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Agus Lukman

Kabupaten Garut – Kemunculan fenomena blue fire atau api biru di kawasan Kawah Manuk, Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, membuat pemerintah daerah meminta akses wisata ditutup sementara. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi bahaya gas vulkanik yang dapat mengancam keselamatan wisatawan.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin meminta pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan menutup kawasan tersebut hingga ada kepastian keamanan dari pihak berwenang.

“Tentu saja saya mengimbau supaya ditutup, tapi tanya dulu koordinasi dengan PVMBG,” kata Abdusy kepada wartawan di Garut, Senin (28/9/2026).

Imbauan itu disampaikan setelah fenomena blue fire muncul di kawasan kawah sejak 24 September 2026. Berdasarkan keterangan PVMBG, fenomena tersebut berkaitan dengan keluarnya gas vulkanik bersuhu tinggi yang konsentrasinya berada di atas ambang batas normal.

Kondisi tersebut dinilai berisiko karena gas vulkanik dapat membahayakan manusia apabila terpapar dalam konsentrasi tertentu. Badan Geologi juga telah mengingatkan adanya potensi paparan gas vulkanik beracun di kawasan tersebut.

Abdusy menegaskan aspek keselamatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum aktivitas wisata di sekitar kawah kembali dibuka.

“Yang saya tahu itu berpotensi racun,” ujarnya.

Menurutnya, pembatasan akses diperlukan untuk mencegah wisatawan mendekati kawasan berbahaya. Pemerintah daerah juga tidak ingin mengambil risiko sebelum ada hasil kajian dan arahan resmi dari otoritas geologi.

“Itu bahaya, kalau ada apa-apa kita ditegur,” katanya.

Sementara itu, akses pendakian Gunung Papandayan memang telah ditutup sementara oleh pengelola sejak Minggu (27/9/2026). Pengelola masih menunggu hasil analisis Badan Geologi terkait fenomena blue fire tersebut.

Badan Geologi sebelumnya menyebut kemunculan blue fire terjadi akibat pelepasan energi panas yang cukup tinggi di kawasan Kawah Manuk. Fenomena tersebut membakar material permukaan dan menghasilkan sisa abu pembakaran.

Meski demikian, PVMBG menyatakan kemunculan blue fire tidak serta-merta menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan. Pemantauan dan kajian tetap dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan.

Hingga ada kepastian keamanan dari pihak berwenang, pembatasan akses menjadi langkah antisipatif agar wisatawan tidak berada terlalu dekat dengan kawasan kawah yang berpotensi mengandung gas berbahaya.