Ragam

Cianjur Dorong Loseda, Sampah Sisa Makanan Diolah Jadi Kompos

adminsigiku.com
×

Cianjur Dorong Loseda, Sampah Sisa Makanan Diolah Jadi Kompos

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Cianjur – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendorong pengurangan sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) dengan mengoptimalkan pemilahan dan pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga.

Salah satu upaya yang digencarkan yakni program Lodong Sesa Dapur (Loseda), metode sederhana untuk mengolah sampah organik, terutama sisa makanan, menjadi kompos langsung dari rumah.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan masyarakat selama ini masih terbiasa mencampurkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang ke tempat penampungan sementara.

Melalui Loseda, masyarakat didorong memisahkan sampah organik dan memanfaatkannya agar tidak seluruhnya berakhir di TPA.

“Jadi, kami punya program namanya Loseda atau Lodong Sesa Dapur. Program ini yakni memilah sampah organik, khususnya sisa-sisa makanan, yang dibuang ke lubang semacam biopori. Sisa makanan ini akan terurai hingga menjadi kompos,” kata Wahyu, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, penerapan Loseda tidak membutuhkan peralatan khusus. Masyarakat dapat memanfaatkan pipa PVC atau bambu yang ditancapkan ke tanah di halaman rumah.

“Kalau di rumah tidak punya halaman atau lahan, alat ini bisa menggunakan drum bekas cat atau media lainnya yang sudah dipadati dengan tanah. Kemudian dipasangi atau ditancapkan pipa atau bambu. Nah, sisa sampah organik ini yang nanti dimasukkan ke dalam pipa ataupun bambu,” jelasnya.

Wahyu menilai metode tersebut relatif murah dan mudah diterapkan, tetapi memiliki manfaat bagi pengelolaan lingkungan.

“Selain bisa mengurangi sampah rumah tangga, manfaat lainnya bisa menyuburkan tanah serta membuat pupuk organik secara alami,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur Prihadi Wahyu Santosa mengatakan program Loseda telah diinisiasi sejak beberapa waktu lalu dan hingga kini terus disosialisasikan kepada masyarakat.

“ Ada wilayah yang jadi percontohan program Loseda. Wilayahnya ada di Kelurahan Sawahgede Kecamatan Cianjur,” kata Prihadi.

Ia menjelaskan Loseda menyasar pengurangan sampah dari sumbernya, terutama sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga.

“Sisa makanan inilah yang kemudian dibuang ke tanah melalui pipa atau bambu. Makanya kita menamakannya Lodong Sesa Dapur atau Loseda,” ujarnya.

Prihadi mengimbau masyarakat tidak lagi mencampurkan sisa makanan dengan sampah anorganik.

“Jadi, makanan sisa jangan dibuang dengan sampah anorganik, tapi lebih baik dijadikan pupuk buatan atau kompos,” katanya.