Ragam

Tak Hanya Padamkan Api, Damkar Garut Juga Evakuasi Hewan Hingga Bantu Warga dalam Situasi Darurat

adminsigiku.com
×

Tak Hanya Padamkan Api, Damkar Garut Juga Evakuasi Hewan Hingga Bantu Warga dalam Situasi Darurat

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Fitri

Kabupaten Garut – Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Garut tidak hanya bertugas memadamkan kebakaran. Berbagai laporan penyelamatan di luar tugas utama turut menjadi bagian dari pelayanan, mulai dari mengevakuasi hewan yang terjebak hingga membantu warga dalam kondisi darurat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut, U. Basuki Eko, mengatakan petugas kerap menerima laporan dengan situasi yang beragam dan tidak terduga. Bahkan, sejumlah permintaan bantuan yang diterima terbilang unik, mulai dari orang kesurupan hingga permintaan kendaraan untuk pengantin.

“Orang kesurupan saja ada yang memanggil Damkar. Ada juga yang mau mengambil rapor, orang mengidam, bahkan ada yang mau menikah dan meminta mobil pengantinnya dari Damkar,” ujar Basuki.

Menurutnya, kondisi tersebut menggambarkan beragamnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan Damkarmat. Kendati demikian, penanganan setiap laporan tetap perlu mempertimbangkan tingkat kedaruratan, keselamatan, serta kewenangan petugas.

Dalam menjalankan fungsi penyelamatan, Damkarmat Garut memiliki tiga bidang utama, yakni water rescue, animal rescue, dan vertical rescue.

Water rescue berfokus pada penyelamatan di perairan, termasuk korban tenggelam. Sementara animal rescue menangani penyelamatan hewan, sedangkan vertical rescue dilakukan untuk evakuasi di medan dengan perbedaan ketinggian, seperti gedung, sumur, dan jurang.

Di luar ketiga bidang tersebut, petugas juga kerap menghadapi situasi darurat lain, seperti orang yang terancam bunuh diri, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengamuk, hingga warga yang terkunci di dalam kamar atau kendaraan yang masuk ke jurang.

Untuk menangani ODGJ yang meresahkan masyarakat, Damkarmat berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Koordinasi lintas instansi juga dilakukan dalam penanganan kejadian yang melibatkan kewenangan lembaga lain.

Basuki menegaskan, kecepatan menjadi faktor penting dalam penanganan keadaan darurat. Pada situasi yang berpotensi membahayakan jiwa, petugas dapat segera bergerak sambil berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kalau kejadiannya sangat berbahaya, kita berangkat duluan. Kuncinya adalah respons cepat karena situasinya harus segera ditangani,” katanya.

Risiko Penyelamatan Hewan di Medan Berbahaya

Salah satu pengalaman yang menggambarkan tantangan tugas penyelamatan Damkarmat Garut adalah evakuasi seekor anjing di wilayah Limbangan.

Anjing tersebut dilaporkan tertabrak hingga mengalami patah pada kedua kaki, kemudian terjatuh ke jurang. Hewan itu berada dalam kondisi kesakitan selama sekitar empat hari dan sulit dievakuasi karena menunjukkan perilaku agresif.

Petugas akhirnya berupaya menjangkau lokasi untuk menyelamatkan hewan tersebut meskipun menghadapi risiko keselamatan saat turun ke jurang.

Basuki mengatakan, penyelamatan hewan membutuhkan kesiapan personel dan penanganan yang tepat. Kasus serupa juga terjadi pada kucing yang terjebak di sumur atau gorong-gorong sehingga membutuhkan bantuan petugas.

“Walaupun itu seekor anjing, tetap harus ditolong. Banyak kejadian yang mungkin dianggap sepele oleh masyarakat, tetapi bagi kami itu adalah tugas yang harus diselamatkan,” ungkapnya.

Selain menangani hewan peliharaan, Damkarmat juga menerima laporan kemunculan satwa liar yang berpotensi membahayakan masyarakat. Salah satunya laporan ular king cobra dengan panjang sekitar 3,5 meter di wilayah Limbangan. Basuki juga menyebut adanya laporan ular lain yang diperkirakan mencapai lima meter.

Dalam penanganan satwa liar, Damkarmat berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Jika diperlukan, koordinasi dilanjutkan dengan komunitas yang memiliki kompetensi dalam penanganan satwa.

Pelayanan Berbasis Kemanusiaan

Basuki menuturkan, personel Damkarmat dituntut mampu bertindak cepat, tetapi tetap mengutamakan prosedur dan keselamatan dalam setiap operasi penyelamatan.

Beragamnya laporan yang masuk juga menuntut petugas untuk memahami situasi di lapangan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai. Tidak semua permintaan dapat ditangani dengan cara yang sama karena setiap kejadian memiliki tingkat risiko dan kebutuhan berbeda.

Ia berharap kemampuan personel dalam bidang penyelamatan terus ditingkatkan agar Damkarmat dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Bagi Damkarmat Garut, tugas penyelamatan menjadi bagian penting dari pelayanan publik. Kehadiran petugas tidak hanya dibutuhkan ketika api melalap bangunan, tetapi juga ketika warga menghadapi kondisi berbahaya yang membutuhkan pertolongan segera.