Pewarta : Red
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkelakar layanan Transjabodetabek suatu saat bisa menjangkau Bandung, Jawa Barat, dari kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan saat membahas perkembangan Blok M yang kini semakin populer sebagai pusat aktivitas anak muda dan ekonomi kreatif.
Pramono menyampaikan kelakar itu dalam sambutannya pada acara World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).
Ia mengatakan, Blok M kini semakin mudah diakses masyarakat dari berbagai daerah berkat konektivitas transportasi umum yang menghubungkan Jakarta dengan sejumlah wilayah penyangga.
“Bahkan ada kelakar bahwa saat ini rute transportasi publik menghubungkan Blok M ke mana saja, dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Bekasi, Blok M ke Karawang, Blok M ke Alam Sutera, dan kelak barangkali Blok M ke Bandung,” kata Pramono.
Menurutnya, konektivitas melalui Transjabodetabek memungkinkan mobilitas masyarakat dari Jakarta menuju sejumlah wilayah penyangga, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
“Tenang saja, semuanya terhubung melalui Transjabodetabek,” ujarnya.
Meski demikian, pernyataan mengenai rute Blok M – Bandung tersebut disampaikan sebagai kelakar, bukan pengumuman resmi mengenai rencana pembukaan trayek baru.
Pramono menilai, kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan Blok M. Kawasan tersebut kini menjadi salah satu tujuan favorit anak muda karena menawarkan beragam pilihan kuliner, pertunjukan musik, serta usaha lokal.
Popularitas Blok M bahkan melahirkan julukan “Negara Blok M” atau “Republik Blok M” di kalangan masyarakat.
Selain memiliki beragam tempat berkumpul, kawasan itu juga terhubung dengan layanan MRT Jakarta dan Transjakarta sehingga memudahkan pengunjung menjangkaunya menggunakan transportasi umum.
Pramono menilai, aksesibilitas yang baik dapat meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan.
Pasar Baru hingga Kota Tua Bakal Ditata
Selain Blok M, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menata sejumlah kawasan bersejarah dan pusat aktivitas masyarakat, yakni Pasar Baru di Jakarta Pusat, Glodok Pecinan, serta Kota Tua di Jakarta Barat.
Penataan tersebut akan dilakukan seiring perkembangan pembangunan MRT Jakarta. Pemprov DKI berharap pengembangan kawasan-kawasan itu mampu menciptakan ruang publik yang lebih menarik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pramono ingin Pasar Baru berkembang menjadi kawasan kuliner yang tetap hidup hingga 24 jam. Ia bahkan berharap kawasan tersebut dapat memiliki daya tarik seperti Myeongdong, salah satu kawasan populer di Seoul, Korea Selatan.
Sementara itu, penataan Glodok Pecinan akan diarahkan untuk memadukan pengembangan kawasan dengan pelestarian sejarah dan budaya masyarakat Tionghoa yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan Jakarta.
“Kami akan menata Glodok Pecinan dengan memadukan nilai historisnya yang panjang sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut masyarakat Tionghoa, sekaligus menciptakan ruang yang nyaman bagi siapa saja yang datang berkunjung,” kata Pramono.
Adapun Kota Tua akan dikembangkan sebagai kawasan wisata dengan pilihan kuliner yang lebih beragam, termasuk restoran berkonsep fine dining atau santap malam berkelas.
Pramono berharap penataan Blok M, Pasar Baru, Glodok Pecinan, dan Kota Tua dapat meningkatkan daya tarik wisata Jakarta, memperluas peluang usaha bagi masyarakat, serta menghidupkan kembali kawasan-kawasan perkotaan melalui dukungan transportasi publik dan ekonomi kreatif.













