Politik & Pemerintahan

Nilai SPBE Tertinggi Jadi Magnet, Pemkot Manado Belajar Digitalisasi ke Kota Depok

adminsigiku.com
×

Nilai SPBE Tertinggi Jadi Magnet, Pemkot Manado Belajar Digitalisasi ke Kota Depok

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Anis

Kota Depok – Prestasi Kota Depok dalam tata kelola pemerintahan digital kembali menjadi rujukan nasional. Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terbang jauh ke Depok khusus untuk belajar penerapan Indeks Pemerintahan Digital yang dulu dikenal sebagai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kunjungan kerja (kunker) tersebut berlangsung di Ruang Rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Depok, Selasa (03/11/26).

Rombongan dipimpin Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Manado, Heintje Nelson Lombone. Ia mengaku terus terang, Manado sedang kebingungan menghadapi transisi dari SPBE ke Indeks Pemerintahan Digital.

“Ketika ada perubahan dari SPBE ke Indeks Pemerintahan Digital, kami di Manado menghadapi banyak kendala dan hal-hal yang belum dipahami. Saat mencari daerah acuan, pilihan jatuh pada Kota Depok yang nilai evaluasinya sangat tinggi,” ujar Heintje.

Ada dua jurus digital Depok yang membuat Manado terpukau:

1. Punya Data Warehouse Terpusat : Depok sudah memiliki gudang data raksasa yang mengintegrasikan seluruh data OPD dalam satu sistem. Tidak ada lagi data yang tercecer dan tumpang tindih. Sementara Manado, diakui Heintje, belum memiliki sistem secanggih ini.

2. Berani Hapus Aplikasi Mati : Depok dinilai tegas dan efisien. Jika ada aplikasi layanan yang sudah tidak relevan dan tidak dipakai warga, langsung dihapus karena sudah punya regulasi yang jelas. Hal ini mencegah pemborosan anggaran dan kebingungan warga karena terlalu banyak aplikasi.

“Di Depok, jika ada aplikasi yang sudah tidak berfungsi atau tidak digunakan, maka akan dihapus karena didukung regulasi yang jelas. Hal ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami,” tambahnya.

Kunker ini pun bukan sekadar studi banding formalitas. Heintje menyebut pihaknya mendapat banyak insight berharga dan berencana membawa ilmu dari Depok untuk diterapkan di Manado.

Bahkan, sebagai tindak lanjut, Diskominfo Kota Manado berencana mengundang balik Diskominfo Kota Depok untuk menjadi narasumber langsung di Kota Tinutuan.

“Kami sangat senang dengan penerimaan di Kota Depok. Rencananya kami akan melaporkan hasil kunker ini kepada pimpinan dan mengundang Diskominfo Kota Depok ke Manado,” tutupnya.

Kolaborasi Depok-Manado ini menjadi bukti bahwa transformasi digital bukan soal kompetisi daerah, melainkan soal kolaborasi untuk pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan efisien bagi masyarakat.