Pewarta : Ida
Kota Bandung — SMK Kimia Permentasi Kota Bandung mendorong seluruh siswa kelas XII mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Sebanyak 77 siswa mengikuti TKA yang dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26 – 29 Oktober 2026 dengan peserta sebanyak 40 siswa, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 2 – 5 November 2026. Setiap gelombang dibagi menjadi dua sesi.
Kepala SMK Kimia Permentasi, Dra. Cicah, mengatakan pelaksanaan TKA hingga hari ketiga, Rabu (28/10/2026), berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sekolah telah menyiapkan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, serta sosialisasi kepada orang tua, siswa, dan guru.
“Dikarenakan sudah ditetapkan dengan adanya TKA, tentu kami di sini mempersiapkan semuanya. Sampai hari ketiga ini, alhamdulillah, tidak terasa kendala satu pun,” ujar Cicah di sekolahnya, Jalan Kopo Belakang Nomor 401, Kota Bandung.
Menurutnya, meskipun TKA tidak diwajibkan pemerintah, sekolah mengarahkan seluruh siswa kelas XII untuk mengikuti tes tersebut. Langkah ini diharapkan dapat membantu siswa mempersiapkan rencana setelah lulus, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Siswa PKL Dijadwalkan Mengikuti Gelombang Kedua
Cicah menjelaskan, sekolah berkoordinasi dengan mitra industri tempat siswa menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) agar mereka dapat mengikuti TKA sesuai jadwal.
Siswa yang tidak sedang menjalani PKL mengikuti gelombang pertama, sedangkan siswa yang masih melaksanakan praktik industri dijadwalkan mengikuti gelombang kedua.
Ia menyebutkan, mitra industri di wilayah Kota Bandung memberikan izin kepada siswa untuk meninggalkan kegiatan PKL sementara waktu guna mengikuti tes.
Persiapan Materi dan Pengawasan Silang
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Pelaksana TKA SMK Kimia Permentasi, Aan Kasmara, S.T., M.M., mengatakan persiapan dilakukan melalui sosialisasi, pembekalan materi, simulasi, hingga gladi.
Sekolah juga memberikan pemantapan materi melalui latihan soal yang disiapkan guru mata pelajaran terkait, meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, serta mata pelajaran pilihan.
Aan mengatakan pelaksanaan TKA tahun ini memiliki sejumlah perbedaan teknis, terutama dalam mekanisme pengawasan yang melibatkan pengawas silang antarsekolah.
“ Tentu berbeda dari segi teknis, pengawasan seperti pengawas silang juga. Tahun ini kita mengajukan untuk pengawas, nanti diaturnya oleh server yang ada. Serta tahun ini lebih lancar pelaksanaannya,” kata Aan.
Untuk pengawasan, SMK Kimia Permentasi bekerja sama dengan SMK Medina Kota Bandung pada gelombang pertama dan SMK Muhammadiyah 1 pada gelombang kedua.
Aan berharap hasil TKA dapat dimanfaatkan siswa untuk melanjutkan pendidikan, memenuhi kebutuhan persyaratan kerja, serta menjadi bahan pertimbangan dalam merencanakan masa depan.
Terapkan Sistem Semi Daring untuk Antisipasi Gangguan Jaringan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri (Hubin) sekaligus proktor TKA, Hilman Akbar, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah menerapkan sistem semi daring untuk pelaksanaan TKA 2026.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan pengalaman simulasi tahun sebelumnya yang menggunakan sistem daring dan menghadapi sejumlah kendala jaringan.
“Teknik pengerjaan ini ada dua pilihan dari pusatnya, yaitu mode daring dan semi daring. Tahun ini kita pakai cara semi daring. Karena di tahun sebelumnya kita menggunakan cara daring waktu simulasi, menimbulkan banyak kendala,” ujar Hilman.
Ia mengakui sempat terjadi kendala teknis pada hari pertama, antara lain gangguan jaringan akibat kabel yang belum tersambung. Namun, secara keseluruhan, pelaksanaan berikutnya dapat berjalan lancar dari sisi internal sekolah.
Dalam sistem semi daring, server tetap terhubung ke internet, sedangkan komputer peserta menggunakan jaringan lokal melalui kabel LAN atau switch hub.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, sekolah menyiapkan dua ruangan dengan masing-masing lebih dari 20 laptop. Perangkat tambahan disediakan sebagai antisipasi apabila terdapat komputer yang mengalami gangguan. Sekolah juga menyiapkan satu server cadangan.
Selain itu, sekolah meningkatkan spesifikasi perangkat komputer, termasuk kapasitas RAM, agar dapat menunjang kegiatan pembelajaran sekaligus pelaksanaan TKA.
Hilman berharap siswa mampu menerapkan hasil pembelajaran selama menempuh pendidikan di SMK Kimia Permentasi dalam kehidupan setelah lulus.
Siswa Berharap Hasil TKA Mendukung Rencana Setelah Lulus
Salah seorang peserta TKA, Yuda Guntara, siswa kelas XII A, mengaku lega setelah menyelesaikan tes Matematika pada hari ketiga pelaksanaan. Namun, ia menilai soal hitungan menjadi tantangan karena persiapannya untuk materi tersebut belum maksimal.
“Untuk tanggapan, saya merasa lega alhamdulillah. Hari ini soalnya itu Matematika wajib. Yang menjadi kendala tentu pada hitung-hitungannya,” kata Yuda.
Yuda berencana memilih mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) serta mata pelajaran produktif. Setelah lulus, ia ingin memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama bersekolah untuk merintis usaha kecil.
Ia mengaku telah mempersiapkan diri melalui kegiatan belajar bersama teman-teman di luar sekolah. Meski demikian, ia menilai waktu pemantapan materi dengan pelaksanaan tes terasa cukup berdekatan.
“Ya, semoga nilai TKA ini bisa lumayan, tidak anjlok banget,” ujarnya.
Sementara itu, siswi kelas XII C, Mia Nuraini, mengaku sempat merasa tegang saat menghadapi soal Matematika. Namun, ia merasa terbantu karena soal yang dikerjakan memiliki kemiripan dengan materi saat simulasi dan gladi, meskipun angka yang digunakan berbeda.
“Jujur agak deg-degan sih, soalnya ini kan Matematika. Terus lihat soal-soal gladi, hampir sama dengan simulasi, alhamdulillah. Jadi, tadi terbilang mirip soal TKA – nya, namun beda angka,” kata Mia.
Menurut Mia, TKA penting bagi siswa SMK karena hasilnya dapat menjadi bagian dari portofolio untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun melamar pekerjaan di industri. Tes tersebut juga dinilainya dapat membantu siswa mengevaluasi kemampuan akademik.
Mia memilih PKK dan Sejarah sebagai mata pelajaran pilihan. Ia tertarik pada PKK karena ingin membuka usaha setelah lulus, sedangkan Sejarah dipilih sesuai minatnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK Kimia Permentasi, Mia berencana bekerja terlebih dahulu selama satu tahun sebelum melanjutkan kuliah.
Ia berharap memperoleh nilai TKA yang baik. Namun, jika hasilnya belum sesuai harapan, ia akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan pada masa mendatang.











