Ragam

Revitalisasi Taman Fitnes Lebakgede Dianggarkan Rp. 3,1 Miliar, Farhan Minta Warga dan Komunitas Berdialog

adminsigiku.com
×

Revitalisasi Taman Fitnes Lebakgede Dianggarkan Rp. 3,1 Miliar, Farhan Minta Warga dan Komunitas Berdialog

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ida

Kota Bandung — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan revitalisasi Taman Fitnes atau Lapangan Teuku Umar di Kelurahan Lebakgede, Kota Bandung, tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan skatepark. Pemerintah Kota Bandung menyebut sekitar 70 persen area akan dimanfaatkan untuk fasilitas publik lainnya, termasuk sarana olahraga bagi masyarakat.

Penataan kawasan tersebut sebelumnya menuai penolakan dari sebagian warga yang khawatir fasilitas latihan sepak bola bagi anak-anak di lingkungan sekitar akan hilang setelah revitalisasi dilakukan.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung menjelaskan, fasilitas skatepark dirancang menggunakan sekitar 30 persen dari total luas lahan. Adapun 70 persen sisanya dialokasikan untuk berbagai fasilitas, seperti jogging track, plaza, area tempat duduk, serta lapangan futsal atau mini soccer.

Farhan mengatakan, desain revitalisasi telah disiapkan dan anggaran sebesar Rp. 3,1 miliar telah dialokasikan. Namun, ia meminta warga dan komunitas yang memiliki kepentingan terhadap lapangan tersebut duduk bersama untuk membahas rencana penataan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik.

“Desainnya bagus, saya setuju. Bahwa sekarang ada penolakan, mangga, para komunitas sok ngobrol. Kita sudah siapkan anggaran dan pelaksananya, tinggal warga dan komunitas dialog, tong diadu. Jangan saling berprasangka,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (28/10/2026).

Menurut Farhan, ruang publik di Kota Bandung harus dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai kelompok masyarakat. Karena itu, kebutuhan satu komunitas tidak semestinya dipertentangkan dengan kepentingan kelompok lainnya.

Ia menegaskan, komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci untuk menemukan solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan warga, termasuk anak – anak yang selama ini memanfaatkan lapangan untuk berlatih sepak bola.

“Bahwa ada yang merasa kelompoknya lebih penting dari yang lain, ingat, nih saya ingetin Kota Bandung adalah kota kolaboratif, kota ruang bersama. Sok mangga dibicarakan,” katanya.

Farhan juga meminta seluruh pihak mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan revitalisasi. Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin penataan fasilitas publik justru memicu perselisihan di antara warga dan komunitas.

“Itu yang paling penting buat kita mah, selebihnya mangga badami (musyawarah), ya. Saya tidak akan melakukan keberpihakan. Keberpihakan saya kepada kolaborasi dan persaudaraan antar komunitas di Kota Bandung,” pungkasnya.

Revitalisasi Taman Fitnes atau Lapangan Teuku Umar diharapkan dapat menghadirkan ruang publik yang lebih tertata sekaligus mengakomodasi beragam aktivitas masyarakat. Dialog antara pemerintah, warga, dan komunitas menjadi penting untuk memastikan pelaksanaan penataan memperhatikan kebutuhan pengguna fasilitas yang sudah ada maupun masyarakat yang akan memanfaatkan fasilitas baru.