Pewarta : Ida
Kota Bandung – Proyek pembangunan crossing drainase di Jalan Talaga Bodas – Pelajar Pejuang, Kota Bandung, menyebabkan sebagian badan jalan rusak dan belum dapat dilalui kendaraan secara normal. Untuk mengantisipasi kecelakaan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung memasang plat baja sebagai penutup sementara area galian.
Pantauan di lokasi, pekerjaan tersebut membongkar sebagian badan jalan untuk pemasangan box culvert atau saluran beton pracetak yang berfungsi mengalirkan air melintasi jalan.
Sejumlah pekerja masih terlihat melakukan penanganan proyek. Area jalan yang telah dibongkar sebagian ditimbun tanah dan kerikil, sementara bagian galian yang belum selesai ditutup menggunakan plat baja agar kendaraan tetap bisa melintas.
Kepala Bidang Drainase dan Trotoar DSDABM Kota Bandung, Kiki Rosani Rifqi, mengatakan pekerjaan crossing drainase tersebut mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan.
Semula, pemasangan box culvert ditargetkan selesai pada Jumat (6/11/2026) dini hari. Namun, pekerjaan belum dapat dituntaskan karena adanya sejumlah kendala teknis di lokasi.
“Oh itu ada pekerjaan crossing drainase gitu. Cuma biasa tidak keburu selesai, harusnya selesai tadi subuh,” kata Kiki saat dihubungi wartawan, Jumat.
Menurut Kiki, kendala utama berasal dari keberadaan jaringan kabel, jaringan optik, serta pipa selang yang melintang di jalur pemasangan box culvert.
Kondisi tersebut mengharuskan petugas melakukan penanganan dan koordinasi dengan instansi terkait agar jaringan utilitas tersebut dapat ditata tanpa harus diputus.
Sebagai langkah sementara, DSDABM memasang plat baja untuk menutup area galian yang masih dalam kondisi tanah basah. Langkah ini dilakukan guna mencegah kendaraan terperosok sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas.
“Ya untuk penanganan sementara, karena itu tanah basah, jadi kita tutup dengan plat baja dulu. Insya Allah sementara lalu lintas bisa lancar lah digunakan seperti biasa. Nanti kalau sudah tanah kering, mobil tidak akan terperosok gitu ya. Jadi kita langsung sekaligus beres, kita tutup dengan tanah dan material padat,” jelasnya.
Kiki menambahkan, jaringan kabel dan pipa yang melintang akan dipindahkan ke sisi box culvert atau ditempatkan di bagian atas konstruksi sebelum area tersebut kembali ditutup menggunakan tanah dan material padat.
“Akhirnya kita simpan di pinggir box saja, langsung tutup tanah,” pungkasnya.
DSDABM berharap penanganan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga kondisi badan jalan kembali normal dan aktivitas lalu lintas di kawasan Jalan Talaga Bodas-Pelajar Pejuang tidak terganggu.













