Pewarta : Jeky
Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Seorang balita bernama Dezia Maulidi Sunarya, usia 4 bulan cucu dari pasangan Aan Aminah dan Dede Sunarya, warga Dusun Cicelot RT 03/RW 08 Desa Mandalaherang Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang Jawa Barat, kini sudah 4 (empat) hari terbaring di rawat di RSUD Sumedang, karena mengalami kurang gizi.
Menurut keterangan dari RSUD, melalui Humas nya, Iman, bayi itu dirawat mulai hari Sabtu (16/3/19), Dezia sang bayi mengalami kurang asupan gizi (Mal Nutrisi), hingga berat bayi selama 4 (empat) bulan cuma naik 1 Ons, dari berat 1,9 kilo gram menjadi 2 kilo gran, ungkap nya.
“Pertumbuhan itu termasuk tidak normal, mestinya lebih dari itu”, ujar Iman, kepada koransinarpagijura.com, melalui telepon, Selasa, (19/3/19).
Dari keterangan yang dihimpun, kondisi ekonomi kedua orang tua bayi, juga termasuk nenek dan kakeknya dari keluarga tidak mampu.
“Menurut pengamatan, bayi itu lahir dari keluarga tidak mampu, tadi saya sudah kerjasama dengan pihak Baznas Sumedang dan alhamdulilah ada bantuan, hingga Ketua Baznas pun Bapak Ali Bajri dan staf nya datang kesini, sementara untuk biaya perawatan Bayi Dezia sudah ditanggung BPJS”, ujar Iman lagi.
Pihak Baznas pun kepada koransinaroagijuara.com, mengiakan jika memang mereka sudah membantu bayi Dezia.
“Memang tadi kami baru pulang dari Rumah Sakit Sumedang (RSUD) menengok bayi yang sedang dirawat akibat mendetita mal nutrisi,”, ujar Suhara Wakil Ketua Baznas di Kantornya.
Dan, dikatakan Suhara lagi, kami merasa prihatin kepada keluarga yang megalami, dan ia berharap hal itu cepat teratasi.
“Kami dari pihak Baznas tadi hanya memberikan bantuan atau perhatian berupa uang, dan uang itu sebenarnya titipan dari umat yang dikumpulkan di Baznas, untuk membantu keluarga penunggunya”, ujarnya.
Masih dikatakan pihak RSUD, terkait kasus Mal Nutrisi, menyatakan jika ini termasuk kasus jarang.
“Paling kejadianya hanya setahun sekali, dan ini termasuk kasus jarang, dan untuk bayi Dezia setelah dilakukan perawatan selama 4 hari sudah mengalami perbaikan, itu terlihat dari makan dan minum nya”, tandas Iman di telepon.













