Ridwan Kamil Buka Pencanangan Gerakan Nasional Penanaman Lahan Kritis Di Jawa Barat

0

Oleh : Sugama
(Penyuluh Kehutanan Jawa barat)

“Ketika Pohon Terakhir Telah Ditebang, Ketika Sungai Terakhir Telah Kering, Dan Ketika Ikan Terakhir Telah Ditangkap, Maka Kita Baru Sadar Uang Itu Tidak Bisa Dimakan” tulisan Eric Weiner, seorang penggiat lingkungan. Kata-kata tersebut disadur oleh Tasya Kamila, mantan penyanyi cilik yang sekarang menjadi duta lingkungan, dalam sesi hiburan pada acara Pembukaan Gerakan Nasional Penanaman Lahan Kritis di Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin (09/12/19).

Tentunya seorang Eric Weiner menulis Quote tersebut bukan tanpa alasan, kata-kata itu dia tulis setelah perjalanannya mengelilingi dunia dan mendapatkan keadaan alam yang semakin menghawatirkan. Dilain pihak manusia bertambah rakus dalam mengeksploitasi alam, oleh sebab itu tak dapat disangkal kalau bencana alam terjadi diamana-mana.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Kehutan Provinsi Jawa Barat, sebagai garda terdepan dalam kegiatan rehabilitasi lahan dan hutan, memprakarsai terlaksananya Gerakan Nasional Penanaman Lahan Kritis yang bermula dari Kegiatan Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di daerah Kawasan Bandung Utara. kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Pemerintah Pusat lewat BPDAS HL Citarum-Ciliwung.

Menurut Epi Kustiawan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, acara ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai sarana edukasi dan mengajak seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat untuk melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon secara berkelanjutan, untuk mitigasi bencana dan perubahan iklim serta merehabilitasi hutan dan lahan.

Dikawasan Bandung Utara ini direncanakan akan ditanam secara serentak bibit pohon sebanyak 17.150 pohon, yang terdiri dari bibit pohon produktif sebanyak 6.000 pohon (Jeruk Lemon, Jeruk Keprok, Alpuket dan Kopi) dan bibit kayu-kayuan sebanyak 11.150 pohon, yang dalam pelaksanaan penanamannya akan diserahkan kepada kelompok tani dengan Pola Agroforestry, ujar Epi.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, juga merasa khawatir dengan sikap manusia yang sering kali rakus, tidak bisa berdampingan hidup dengan alam. Manusia menganggap alam ini sebagai supporting sistem bukan partner, sehingga alam boleh dirusak, alam boleh dieksploitasi untuk eksistensi dan kepentingan manusia.

“Itu pemikiran yang keliru, seharusnya alam perlu dibela supaya lingkungan hijau dan lestari sampai nanti,” katanya.

Selanjutnya Ridwan Kamil, yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian alam ini akan melakukan langkah nyata dalam melindungi alam dari kerusakan akibat ulah manusia, langkah pertama adalah pada awal tahun 2020 akan mengeluarkan Pergub tentang perijinan pembangunan di Jawa Barat.

“Pembuatan ijin pembangunan di Jawa Barat harus ada rekomendasi dari Guernur, bila tidak ada rekomendasi semua ijin secara hukum dianggap batal,” terangnya.

Langkah kedua, tahun depan akan di deklarasikan adanya penegakan hukum dalam penanganan perusakan lingkungan ini, terutama di Kawasan Bandung Utara, akan melibatkan pihak TNI, POLRI, dan Kejaksaan, “Bagi masyarakat yang melakukan kegiatan-kegiatan di atas lahan tersebut dan mengabaikan terhadap kerusakan alam akan ditindak secara hukum,” tegasnya.

Langkah berikutnya adalah kegiatan penanganan lahan kritis di Wilayah Jawa Barat, dimana kegiatan penanaman di Cimenyan kawasan Bandung Utara ini merupakan pemanasan dalam pencanangan penanaman pohon pada tahun depan. Dikatakan, pada awal Tahun 2020 direncanakan akan ditanam pohon sebanyak 25 juta batang pohon, diseluruh lahan kritis di Wilayah Jawa Barat.

Mengingat bibit sebanyak itu tidak akan sanggup bila semuanya harus dipenuhi oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Ridwan kamil berenca akan membuat peraturan, agar masyarakat turut serta dalam pengadaan bibit tersebut, misalnya bagi para siswa yang lulus mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi harus menyumbangkan sejumlah bibit tanaman.

“Bagi masyarakat yang mau menikah ataupun mau cerai harus menyumbangkan sejumlah bibit juga. Kemudian bagi PNS yang jabatannya dipromosikan juga herus menyumbang sejumlah bibit. Jumlah bibit yang harus disumbangkan dari setiap kalangan masyarakat tertentu akan diatur dalam sebuah Keputusan Gubernur,” tuturnya.

Dalam acara Gerakan Penanaman tersebut ada hal baru yang diperkenalkan, yaitu Aplikasi e-tanam, yang dikembangkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Aplikasi ini bisa memantau jumlah pohon yang ditanam, serta lokasi tanamnya.

Dengan Aplikasi e-tanam warga pun dapat berpartisipasi untuk memantau hasil pohon yang ditanam. Akses digital tersebut dapat dimanfaatkan untuk kemudahan pemantauan kegiatan penanaman.