Pewarta : Maman Sugiaman
Koran SINAR PAGI, Kab.Kuningan,-Postinga salah satu pemilik acount Facebook yang bernama Rizka Maulana Enjenjanuarokhim pada hari senin pukul 13,30 mengundang reaksi dari berbagai kalangan terutama dari pengguna media sosial, pasalnya di postingan tersebut mengungkapkan kekecewaan terhadap Lingkungan Pendidikan di Kecamatan Mandirancan, Kuningan yang terkesan kurangnya pengawasan terhadap peserta didik dilingkungan Sekolah Dasar (SD) Sukasari, isi postingan tersebut adalah, “Sudah terjadi pengeroyokan di lingkungan SD Sukasari, Kec.Mandirancan. Kab.Kuningan. ini bukan yang pertama kalinya yang menimpa anak saya RM Pelaku ADT dan terman2 kaka kelasnya,”.
Kronologis kejadian, saat pelajaran menggambar di kelas 3 si ADT mengambil penghapus milik RM dan dilempar ke ruang kelas 2 yang posisinya sudah kosong karena sudah pulang, kemudian RM mau mengambil penghapus miliknya di ruang kelas 2 bukannya penghapus yang didadapat melainkan pukulan sampai ia terjatuh. Setelah korban jatuh kemudian di tendang perut, muka dan kakinya dan itu tanpa ada pengawasan dari pihak pengajar sekolah.
Karena RM merasa terancam dia lari sambil menangis ke rumah. Sesampainya dirumah RM muntah dan sesak nafas akibat pukulan dan tendangan di dada dan perutnya.
Dengan beberapa kejadian ini mungkin saya belum mengambil jalur hukum dan saya masih menghargai pihak sekolah dan jajarannya, akan tetapi kesabaranpun ada batasnya. Mudah2 ini kejadian terakhirkalinya jangan menimpa ke anak saya ataupun anak2 yang lainya.
Lingkungan sekolahan adalah tempatnya belajar dan ada pengajar, bukan buat ajang bela diri atau premansime apalagi ini masih tingkat sekolah dasar.
“Apakah ini cerminan dunia pendidikan dinegri ini???, Apakah seseorang yang lemah harus terus dianiaya????, Saya mohon ke instansi dan dinas terkait agar hal ini bisa dijadikan pelajaran dan meningkatkan pengawasan…” ujarnya.
Sementara itu,ketika Koran Sinar pagi konfirmasi, terkait hal tersebut melalui Whatshap, orang tua korban pun membenarkan dan berharap tidak terulang lagi di kemudian hari.
Kepala Dinas UPTD SD Kecamatan mandirancan, Rasim, ketika dimintai keterangan membenarkan atas Postingan dari orang tua murid Riska Maulana (Kelas 3) yang diduga mengalami kekerasan atau arogansi dari temennya yang berinisial A (Kelas 3), namun menurut Rasim dan Sarbini, postingan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang dialami oleh korban tetapi hanya bentuk emosi sesaat dari pihak orang tua murid.
“Saya harapkan kedepanya tidak terulang kembali masalah seperti ini apalagi sampai di posting di media sosial yang akan berdampak pada psikolog si anak dan akan menimbulkan opini public dan kami pun memahami atas rasa kekecewaan emosi dari pihak orang tua korban dan alhamdulillah semuanya sudah beres dan saling memaafkan satu sama lain,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Kepala dinas Pendidikan Dan kebudayaan kabupaten Kuningan, Dian Yanuar ketika dimintai tanggapan melalui telfon genggamnya ia berharap kejadian tersebut menjadi cambuk atau motivasi untuk seluruh Tenaga pendidik(Guru) harus lebih baik lagi dan mengawasi setiap gerak gerik peserta didik yang ada di lingkungan sekolah.
“Kejadian tersebut memang ada, tetapi bukan pengeroyokan. terjadi ketika jam pelajaran hampir usai, dan guru sudah meninggalkan kelas. Kepsek tidak ada di tempat, lagi rapat di kantor UPTD Mandirancan, Sudah ada mediasi antar pihak dan kesepahaman/ memaafkan serta sepakat itu lebih pada kenakalan anak, dan kedua orangtua sepakat utuk lebih meningkatkan perhatian serta Kepala UPTD langsung melaksanakan pembinaan kepada kepsek dan guru untuk tidak lalai dan lebih meningkatkan pengawasan, sehingga kejadian tersebut tidak terulang di masa yang akan datang,” paparnya.













