Pewarta : Rahmansyam
Koran SINAR PAGI, Jeneponto,– Bawaslu Jeneponto menggelar acara sosialisasi Pengembangan Pengawasan Pemilihan Umum Partisipatif pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019, di Gedung Bawaslu Jeneponto, Sabtu (01/11/18).
Kegiatan sosialisasi yang dibuka oleh Kerua Bawaslu, Syaiful ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, Ketua Lembaga, Ormas, Lembaga Perguruan Tinggi, tokoh agama dan ormas keagamaan antara lain, tokoh NU, Muhammadiyah dan HMI.
Dalam sambutannya Syaiful mengatakan, Pengawasan Pemilu Calon Anggota Legislatif dan Pilpres tahun 2019 bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak Bawaslu akan tetapi semua stakeholder harus ikut serta dalam melakukan pengawasan pada saat kegiatan Pemilu yang kita hadapi bisa berjalan sesuai dengan harapan.
“Mengingat anggota kami sangat terbatas, kami berharap bapak – bapak sebagai pemangku kewenangan untuk secara bersama – sama melakukan pengawasan untuk mensukseskan Pilcaleg dan Pilpres 2019 pada 17 – 4 – 2019 mendatang, Karena tantangan kedepan itu sangat rawan terhadap peserta pemilih Caleg DPR RI, DPD RI, DPRD tingkat I, DPRD tingkat II dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,” katanya.

Di Kabupaten Jeneponto pemilihan Caleg DPRD dibagi dalam 5 (lima) dapil dengan jumlah Caleg sebanyak 572 orang, namun terakhir ada dua orang yang dicoret namanya.
Ditambahkan, dalam kontestasi Pileg ini sangat ketat dan sangat rawan menghalalkan berbagai cara, salah satunya money politik, untuk itu lanjutnya, bagaimana semua pihak dapat mengambil bagian dalam pengawasan pemilu, untuk mencegah terjadinya kecurangan.
“Anggota kami terbatas, sementara wilayah kita ini sangat luas dan sangat rawan, karena itu dibutuhkan peran aktif semua lapisan masyarakat dalam mengawasi segala potensi pelanggaraan pemilu dengan melakukan langkah – langkah pencegahan,” tandasnya.













