Ragam

Masyarakatkan Budidaya Lebah Trigona (Teuweul) Di Daerah Perkotaan

adminsigiku.com
×

Masyarakatkan Budidaya Lebah Trigona (Teuweul) Di Daerah Perkotaan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Sugama,

Penyuluh Kehutanan, Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat

Pemerintah Daerah maupun Permerintah Kota di negeri ini sedang berlomba-lomba untuk membangun lingkungan kota nya menjadi lingkungan yang Bersih , indah dan nyaman. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dibangun pemerintah di daerah perkotaan. Arahan pemerintah dalam penyediaan RTH meliputi : Bangunan/perumahan, Lingkungan/ permukiman, dan Kawasan Perkotaan.

Penyediaan RTH pada Kawasan Perkotaan meliputi : a. Taman Kota; b. Hutan Kota; c. Jalur Hijau; d. ruang pejalan kaki; dan/atau e. fungsi tertentu, antara lain sempadan rel kereta api, jaringan listrik tegangan tinggi, sempadan sungai, dan/atau pemakaman. Sedangkan penyediaan RTH pada bangunan/perumahan meliputi : a. Pekarangan; b. Halaman perkantoran, pertokoan, sekolah/perguruan tinggi, tempat pelayanan kesehatan, dan tempat usaha; c. Taman vertikal; dan/atau d. Taman atap bangunan.

Lingkungan Perkotaan yang hijau dan berbunga serta bebas dari pestisida, merupakan potensi sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan alasan memanfaatkan Lingkungan perkotaan teresebut Penyuluh Kehutanan yang diwakili oleh Koordinatornya Iman Rusmandar yang didampingi oleh Sugama, salah satu penyuluh kehutanan yang membina daerah perkotaan, datang bersilaturahmi ke Kantor Asda II Pemkot Sukabumi, yang dijabat oleh Cecep Mansur, pada hari Jum’at, tanggal 1 November 2019.

Dalam pembicaraan tersebut terlontar keinginan dari Penyuluh Kehutanan untuk memberdayakan masyarakat perkotaan agar dapat memanfaatkan lingkungannya menjadi sumber penghasilan tambahan dan kegiatan masyarakat serta menambah keindahan kota dan menjaga keseimbangan ekosistem. Salah satunya dengan memasyaratkan Budidaya Lebah Madu Trigona (Trigona sp.), yang dalam bahasa sundanya disebut “teuweul”.
“Lebah madu Trigina merupakan salah satu jenis lebah dari genus Meliponini, yaitu sejenis lebah yang tidak memiliki sengat (stingless bee).
 

Trigona sendiri mengandalkan propolis (Sejenis resin yang dikumpulkan lebah dari berbagai tumbuhan yang bercampur dengan saliva dan enzim lebah) untuk melindungi sarang dan koloninya dari serangan predator dan untuk mempertahankan kesetabilan suhu dan kelembaban dalam sarangnya.” papar Iman Rusmandar.

Selanjutnya Iman juga menambahkan bahwa, Budidaya Lebah Trigona sangatlah mudah, murah dan aman, karena Trigona merupakan lebah jinak dan tidak memerlukan perlakuan pemeliharaan yang khusus. Lebah Trigona tidak berbahaya baik bagi peternaknya maupun bagi lingkungan tetangga disekitar. Namun sayangnya di Kota Sukabumi ini belum banyak masyarakat yang mengenal budidaya ternak Trigona, hanya ada satu orang saja, yaitu Iping (Taripin) yang bertempat tinggal di Kelurahan Sriwedari. Kec. Gunung puyuh.

Produk utama dari Lebah Trigona adalah madu. Madu alami umumnya terbuat dari nektar, yakni cairan manis yang terdapat di dalam mahkota bunga yang biasa diserap oleh lebah atau tawon, yang kemudian dikumpulkan dan disimpan di dalam sarangnya untuk diolah menjadi bahan persediaan makanan utama bagi mereka, seisi penghuni sarangnya.

Sedangkan produk yang lainnya adalah Propolis dan Pollen bee. Manfaat madu, propolis dan pollen bee bagi manusia yaitu dipercaya dapat menambah stamina tubuh, pengobatan dan untuk kesehatan.

Manfaat lain dari lebah Trigona adalah Penyerbukan secara alami, yang bagi petani atau masyarakat yang hidup bertani, sangat menguntungkan. Ada interaksi secara simbiosis mutualisme, lebah membatu penyerbukan tanaman yang secara otomatis akan meningkatkan produktivitas pertanian. Hal ini telah dilaporkan oleh beberapa orang yang memelihara Lebah Trigona ternyata tanaman Strawberry dan mangganya berproduksi lebih banyak dari biasanya, lanjut Iman dalam pemaparannya.

Asda II Pemkot Sukabumi sendiri sangat antusias mendengar pemaparan dari Penyuluh Kehutanan CDK Wilayah III Sukabumi ini. Dalam pembicaraan tersebut Asda II akan mengalokasikan kegiatan Budidaya Trigona tersebut pada instansi terkait, atau komunitas dan organisasi masyarakat pencinta alam dan lingkungan. Selanjutnya Cecep Mansur juga menyarankan agar pengembangan Trigona ini dilakukan di tempat tempat yang sudah ada kegiatan tersebut, seperti di Kelurahan Sriwedari.

Dalam rencana pengembangan Trigona di daerah perkotaan ini Iman Rusmandar pun menjelaskan, bahwa pengembangannya akan dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu tahapan pertama berupa Sosialisasi, tahapan kedua adalah Bimbingan Teknis (Bintek), dan Tahapan selanjutnya adalah Demontrasi plot (Demplot). Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat diikuti oleh organisasi kemasyarakatan terkait seperti karang Taruna, PKK dan komunitas atau organisasi pencinta lingkungan lainnya.

Cecep Mansur selanjutnya menegaskan kebersediaannya untuk memberikan akses kepada CDK Wilayah III Sukabumi untuk memaparkan Program Kerjanya kepada Walikota Sukabumi.

Dengan adanya silaturahmi ini dapat membuka jalan untuk adanya kolaborasi antara Penyuluh Kehutanan CDK Wilayah III Sukabumi dengan Pemkot Sukabumi dalam upaya memberdayakan masyarakat Kota Sukabumi untuk mengelola dan memanfaatkan Lingungan agar dapat memberikan manfaat yang optimal.