Pewarta : Amsar Marbun
Koran SINAR PAGI, Kab.Dairi,- Kanit Laka lantas Polres Dairi Bripka P. Aritonang mengatakan, Timbunan material longsor yang menutup jalan Sidikalang-Medan tepatnya di kawasan hutan Lae Pondom, Kabupaten Dairi dari pukul 4 sore, Minggu (10/10/19) hingga malam pukul 23.00WIB.
Akibatnya, arus lalu lintas dari dua arah berlawanan terpaksa dialihkan via Tongging Kabupaten Karo dan Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi.
Hujan deras yang mengguyur kawasan hutan Lae Pondom membuat air meluap membawa material tanah dan batang kayu dari dalam hutan. Derasnya hujan juga menumbangkan pepohonan yang berada dipinggir jalan sehingga menyulitkan alat berat pembersihan materal longsor dari badan jalan, Ujar Bripka Aritonang diruang kerjanya, Senin(11/10).
Seluruh personil Lantas Dairi turun langsung di lokasi longsor, masing – masing Kasat Lantas Polres Dairi, AKP Pittor Gultom kata Kanit Lakalantas, Bripka Poltak Aritonang.
Kepada wartawan Koran Sinar Pagi, Kasat Lantas AKP Pittor Gultom yang langsung memimpin anggotanya yang bekerjasama dengan Dinas PU Binamarga Propinsi Sumut UPT JJ Kabanjahe melakukan pengamanan mengatur arus lalulintas dan tengah berupaya mendatangkan alat berat untuk membersihkan material longsor.
“Longsor terjadi akibat hujan deras yang menguyur kawasan hutan Lae Pondom sore tadi. Kita turun setelah warga melapor ke kita bahwa jalan Sidikalang – Medan tertutup longsor,” ujarnya.
Untuk menghindari kemacetan dari dua arah berlawan, Sat Lantas Polres Dairi menghimbau kepada para pengendara, agar bersabar menunggu tindakan pembersihan selesai atau memilih jalur alternatif dari Kecamatan Silahisabungan dan Tongging, Kabupaten Karo.
“Longsor yang terjadi sekitar empat kilometer dari gapura perbatasan Kabupaten Dairi dan-Karo,” terangnya.
Material longsor berupa tanah dan pepohonan menutup badan jalan dapat teratasi dari pukul 4 sore Minggu selessi pukul 23 minggi malam diperkirakan kemacatan hanya 7 jam saja, setelah itu arus lalu lintas normal kembali, ujar Aritonang.













