Pewarta : Alex
Koran SINAR PAGI, Subang,- Dalam rangka Pembangunan dan menindak lanjuti proyek pembangunan Pertamina yang telah diresmikan oleh presiden Republik Indonesia di Patimban, Kab. Subang, dengan luas lahan mencapai 600 ha. Pembangunan kawasan tersebut terdampak pada Kabupaten subang sebagai Kota Gemilang.

Kota Subang akan menjadi kota Jepang kedua ke-2 di Indonesia, untuk itu Jepang membangun industri dan pelabuhan serta memperluas konsep kerjasama indonesia Jepang. Cipali sebagai pintu keluar itu akan menjadi zona industri yang maju. Mengenai rencana pembanganan tersebut sempat Bupati dibuat kaget.
Seiring rencsna pembangunan kawasan tersebut, Simon Pakpahan, SH, MBA, Direktur Utama PT FERDI GRHA TEKNIK, pada acara penyampaian bantuan kepada masyarakat, Menyampaikan terima kasih pada Kades, BABINSA , BINMAS, CAMAT, BUPATI, GUBERNUR serta seluruh lembaga swadaya mayarakat, H. Dudung, Muspida setempat yang hadir pada acara penyerahan bantuan dari perusahaan yang dipimpinnya. Acara ditandai dengan pemberian secara simbolis berupa santunan kepada anak yatim-piatu.
Di kesempatan tersebut, Simon memaparkan Aspek-aspek pertimbangan pengembangan perminyakan dan gas di wilayah Patimban yang juga akan dibangun pelabuhan besar untuk pengangkutan minyak mentah. Proyek ini dibangun dengan investasi dari Jepang, dan diharapkan pembangunan proyek itu pafa tahun 2025 sudah beroperasi.
Peresmian mega proyek tersebut dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Jokowidodo. Langkah selanjutnya dilakukan persiapan-persiapan pengembangan industri lainnya dengan investasi negara Jepang yang terwakili oleh konsorsium kontraktor jepang Mulai dari pembangunan jalan, pemagaran serta penimbunan dan juga reklamasi pantai. Sedangkan struktur dan juga pagar jalan saluran air di area seluas 4 hektar beserta infrastruktur senilai kurang lebih Rp 5 Triliun dilaksanakan oleh PT FERDI GRHA TEKNIK bekerjasama dengan PT Sinergi
Untuk peralatan-peralatan dan juga tim, antara lain kantor yang baru diresmikan. Persiapan alat dan sudah
dianalisa serta dilakukan penelitian disemua lahan dan akan dilakukan pematokan dan pelaksanaan sesuai dengan item pekerjaan diberikan mendapat kepercayaan dari Pertamina dengan 365 hari kerja akan segera dilaksanakan.
Untuk itu kami menghimpun semua kekuatan Mitra kerja yang terdiri dari 12 kontraktor dan masing-masing terbagi 50 hektar, untuk melakukan manuver pekerjaan dalam 1 tahun ke depan sehingga target kita dari posisi ini bisa selesai sesuai dengan schedule yang sudah diajukan kepada owner proyek ini.
Sedangkan serah terima untuk pekerjaan dari Pertamina seperti, perpipaan dan pelabuhan, persiapan dimulai sejak tanggal 04 -12-2019. Persiapan dilapangan sudah cukup serta mampu untuk melaksanakan pekerjaan di area yang diestimasikan seluas 600 ha yang masuk dalam wilayah hukum Kabupaten Subang Jawa barat
Dan kota Subang akan di jadikan kota Jepang kedua di Indonesia, untuk kegiatan industri memiliki lahan yang cukup luas untuk pembangunan infrastruktur industri Pertamina dan lain-lainnya yang meliputi beberapa Kecamatan, Desa di Kab. Subang Provinsi Jawa Barat, mendapat dukungan dari masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, forum organisasi masyarakat, seperti halnya pembangunan tahun 2020 di propinsi Banten, Indonesia. PT FGT mulai membangun infrastruktur untuk kawasan ekonomi terpadu.
